nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria di Tuban Ajukan Ganti Kelamin, Bagaimana Menurut Aspek Hukum?

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 15:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 23 337 1981805 pria-di-tuban-ajukan-ganti-kelamin-bagaimana-menurut-aspek-hukum-lrKHEijrik.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pengamat hukum dari Universitas Indonesia Chudry Sitompul mengatakan, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bisa saja mengabulkan permohonan pergantian jenis kelamin seorang pria berusia 23 tahun untuk menjadi perempuan.

Gugatan pria asal Tuban yang tinggal di Surabaya itu diketahui akan memasuki agenda putusan. Menurut Chudry, kasus serupa juga pernah terjadi pada 1973 silam yang dikenal sebagai kasus Vivian. Saat itu gugatan yang dilakukan oleh Vivian yang telah mengubah jenis kelaminnya dikabulkan oleh majelis hakim.

(Baca Juga: Ganti Kelamin, Pria asal Tuban Ajukan Perubahan Identitas ke PN Surabaya) 

"Memang kontroversi. Kan kalau dari sudut (hukum) itu bisa saja dimungkinkan. Katakanlah perubahan karena kesalahan administratif dulunya, dia sebenarnya wanita, tapi ditulisnya pria, tapi itu kan menjadi penyelundupan hukum karena kesalahan," kata Chudry saat berbincang dengan Okezone, Jumat (23/11/2018).

Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock) 

Chudry memastikan, tak ada persoalan yuridis bagi pengadilan untuk menetapkan pergantian kelamin. Hanya saja, ujar dia, kasus hukum seperti ini akan kerap bertentangan dengan para pemuka agama.

"Jadi secara yuridis, secara legal, itu dimungkinkan, itu dari ketentuan kitab undang-undang hukum perdata dan secara administrasi kependudukan," jelasnya.

Menurut Chudry, pemeluk agama Islam maupun Kristiani akan menolak adanya pergantian jenis kelamin kepada umatnya. Sehingga, jika dikaitkan dengan pandangan sosiologis atau keagamaan maka putusan pengadilan tentang pergantian kelamin akan menuai pertentangan.

"Tapi pada akhirnya itu akan menimbulkan pro-kontra dari kalangan pemuka agama. Jadi baik Islam ataupun Kristen itu menentang perubahan itu," tegasnya.

(Baca Juga: PN Surabaya Pernah Kabulkan Permohonan Ganti Kelamin pada 2016) 

Chudry memaparkan, ajaran Islam telah mengatur pembagian harta warisan yang berbeda kepada perempuan maupun laki-laki. Sebagai contoh putusan pengadilan untuk pergantian kelamin tersebut akan bertentangan dengan aturan pembagian harta warisan.

"Selain itu pergantian kelamin pasti akan mendapat sanksi sosial juga di masyarakat karena bertentangan dengan agama," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini