nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga Saat Ini KNKT Masih Mencari CVR Kotak Hitam Lion Air

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 17:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 22 337 1981353 hingga-saat-ini-knkt-masih-mencari-cvr-kotak-hitam-lion-air-bl6hqfQYLc.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tak berhenti untuk mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan satu dari bagian kotak hitam atau black box pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018 lalu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut CVR yang berisi komunikasi di ruang kokpit amatlah penting untuk menunjang data-data penyelidikan kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang.

"Komunikasi dan suara-suara yang terjadi di dalam cukup penting menunjang data-data yang kami dapatkan di FDR maupun wawancara atau data-data dari ATC, karenanya kami tetap berusaha menemukan CVR," ujar Soerjanto saat Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

 (Baca juga: DVI Kembali Identifikasi 2 Jenazah Korban Pesawat Lion Air dengan Tes DNA)

lion

Menurut Soerjanto, KNKT menggunakan berbagai macam metode untuk menemukan CVR di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Salah satunya alat yang bisa mendeteksi benda di bawah permukaan air, bahkan bisa mendeteksi benda yang terpendam lumpur.

"Selanjutnya tim KNKT melanjutkan pencarian CVR dengan beberpa metode dengan menggunakan air resolution sonar sub bottom profiling untuk deteksi benda apa saja yang terendam dalam lumpur," ungkap Soerjanto.

Penyelam profesional dan juga beberapa kamera bantuan juga tetap dilibatkan dalam pencarian CVR ini. Namun penyelam yang diterjunkan tidak dengan sistem scuba demi keselamatan.

 (Baca juga: Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Dihentikan Besok)

kotak

"Karena emang hal ini untuk kedalam di bawah 25 meter itu tidak disarankan. Dan kami akan gunakan penyelam-penyelam yang safety untuk lakukan penyelamatan di antara 25-35 meter," ujarnya.

Salah satu kendala pencarian CVR, salah satunya adalah lokasi jatuhnya pesawat Lion Air yang dekat dengan area fasilitas anak usaha Pertamina dimana terdapat banyak pipa dan kabel. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dan alat yang dinamis tanpa merusak pipa dan kabel.

"Jadi engga perlu buang jangkar. Karena khawatir arus permukaan cukup kuat dimana airnya kalau jangkarnya nanti merusak pipa dan kabel," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini