nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbukti Korupsi, Fayakhun Andriadi Divonis 8 Tahun Penjara

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 17:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 21 337 1980774 terbukti-korupsi-fayakhun-andriadi-divonis-8-tahun-penjara-8O35SehHBE.jpg Fayakun saat menghadapi vonis di PN Tipikor (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, menjatuhkan vonis delapan tahun penjara terhadap eks Anggota Komisi‎ I DPR RI Fayakhun Andriadi dalam kasus korupsi di lingkungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam pengadaan alat satelit monitoring.

Selain itu, politikus Golkar itu juga diminta untuk membayar denda sebanyak Rp1 miliar dengan subsidair delapan bulan kurungan bui. Majelis Hakim menilai Fayakhun telah terbukti melakukan praktik korupsi dalam perkara ini.

"Menyatakan terdakwa Fayakhun secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan primer," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

 (Baca juga: Fayakhun Andriadi Hari Ini Hadapi Sidang Vonis Suap Proyek Bakamla)

fa

Menurut Hakim, hal-hal yang memberatkan Fayakhun adalah karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Perbuatan Fayakhun juga dinilai telah mencederai amanat yang diembannya sebagai wakil rakyat di DPR.

"Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan, belum pernah dihukum‎ dan masih punya tanggungan keluarga. Fayakhun juga mengakui dan menyesali perbuatannya serta telah mengembalikan sebagian uang suap yang diterimanya," papar Hakim.

 (Baca juga: Fayakhun Andriadi Ngaku Menyesal Terima Uang Suap Proyek Bakamla)

Vonis Fayakhun ini sendiri lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut KPK, yang meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan vonis selama sepuluh tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Atas perbuatannya, Fayakhun dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini