nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Rombak Total Sistem Pendidikan Vokasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 21 November 2018 12:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 21 337 1980594 jokowi-ingin-rombak-total-sistem-pendidikan-vokasi-s0RyhpBq0h.jpeg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dua kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Indonesia yakni revitalisasi pendidikan vokasi dan meningkatkan keterampilan pencari kerja. Itu harus dilakukan besar-besaran mulai tahun depan.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat memimpin rapat terbatas Pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).

“Kita harus bisa menjadikan 260 juta penduduk Indonesia sebagai sebuah kekuatan besar negara kita. Bukan hanya untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mengejar kesejahteraan mengejar kemajuan bersama,” kata Jokowi.

“Saya melihat kuncinya ada dua,” lanjut dia.

Pertama, perbaikan sistem pendidikan terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

 

“Dalam empat tahun terakhir kita telah memulai langkah perombakan dan perbaikan dalam sistem pendidikan vokasi kita. Tetapi saya kira kita belum secara full melakukan perombakan besar-besaran.”

Perombakan yang dilakukan di SMK, menurut dia, dalam bentuk kurikulum dan penataan kompetensi. “Terutama untuk guru-guru saya lihat juga sudah dimulai. Tapi sekali lagi ini memerlukan sebuah perombakan yang besar dan kita minta mulai tahun depan betul-betul dilakukan besar-besaran,” ujar Jokowi.

Kedua adalah peningkatan keterampilan pencari kerja juga pekerja melalui pelatihan vokasi dan program sertifikasi.

“Saya minta ini tahun depan dilakukan besar-besaran mengenai ini. Saya melihat misalnya di Kementerian PU program sertifikasi untuk para pekerja juga program yang sangat bagus. Tetapi memang jumlahnya masih kecil,” katanya.

Program ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, pendidikan termasuk pesantren. “Sehingga kita harapkan para santri bukan hanya mendapatkan pendidikan agama tetapi juga bekal keterampilan.”

Sebelumnya, Jokowi juga mengingatkan setelah tahapan besar percepatan pembangunan infrastruktur telah berjalan dan mulai banyak yang sudah selesai dan menampakkan hasil, Indonesia harus masuk tahapan besar berikutnya yaitu investasi di bidang SDM.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini