nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fayakhun Andriadi Hari Ini Hadapi Sidang Vonis Suap Proyek Bakamla

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 06:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 21 337 1980440 fayakhun-andriadi-hari-ini-hadapi-sidang-vonis-suap-proyek-bakamla-0Qs9Zd6plu.jpg Fayakhun Andriadi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mantan anggota Komisi I DPR RI Fayakhun Andriadi akan menghadapi sidang putusan terkait perkara dugaan suap proyek pengadaan alat satelit monitoring (satmon) milik Badan Keamanan Laut (Bakamla)‎. Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, pada hari ini.

"Agenda pembacaan putusan Fayakhun Andriadi. Diagendakan pukul 10.00 WIB," kata Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018).

(Baca juga: Korupsi Bakamla, Fayakhun Andriadi Dituntut 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar)

Sebelumnya, JPU KPK menuntut Fayakhun Andriadi dengan pidana sepuluh tahun penjara. Fayakhun juga dituntut membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Atas perbuatannya, Fayakhun dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

‎Jaksa berpandangan Fayakhun terbukti bersalah karena telah menerima suap sebesar USD911.480. Uang tersebut diterima Fayakhun dari Direktur ‎Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Uang tersebut diduga sengaja diberikan Fahmi kepada Fayakhun untuk memuluskan alokasi atau ploting penambahan anggaran Badan Keamanan Laut (Bakamla). Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk proyek satelit monitoring dan drone.

(Baca juga: Fayakhun Andriadi Ngaku Menyesal Terima Uang Suap Proyek Bakamla)

Fayakhun Andriadi mengaku menyesal menerima uang suap dari proyek pengadaan alat satelit monitoring milik Bakamla. Uang tersebut diterimanya dari Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawasyah.

Fayakhun sendiri sempat menyangkal mengenal Fahmi Darmawansyah. ‎Meski demikian, Politikus Golkar tersebut tetap meminta maaf karena telah menerima uang dari proyek Bakamla.

"Saya meminta maaf kepada keluarga, Partai Golkar, masyarakat, dan pemerintah," ucap Fayakhun saat membacakan nota pembelaan.‎

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini