nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Pakpak Bharat Jadi Tersangka Suap, Demokrat: Kita Ikut Prihatin

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 19 November 2018 10:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 19 337 1979671 bupati-pakpak-bharat-jadi-tersangka-suap-demokrat-kita-ikut-prihatin-Ervc2GfDKR.jpg Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu Tiba di KPK (foto: KoranSINDO)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu (RYB) sebagai tersangka. Adapun Remigo ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait pemulusan sejumlah proyek dinas PUPR di wilayahnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Remigo yang merupakan Ketua DPC Demokrat Pakpak Bharat.

(Baca Juga: Demokrat Pastikan Pecat Bupati Pakpak Bharat Jika Terbukti Korupsi)

Terjaring OTT, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu Dibawa ke KPK

“Jadi kita tentunya juga ikut prihatin ya karena salah satu kader kami terkena OTT,” kata Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Pria yang kerap disapa Aher ini, mengaku jika didalam partai Demokrat terdapat sebuah pakta integritas. Dimana bila seorang kader menjadi tersangka dalam kasus seperti korupsi otomatis akan mengundurkan diri.

“Apabila kita terkena dalam posisi status tersangka, tentunya dengan sendirinya mengundurkan diri,” terang dia.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda ‎Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

 Terjaring OTT, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu Dibawa ke KPK

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga ‎tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.

(Baca Juga: Kena OTT KPK, Harta Kekayaan Bupati Pakpak Bharat Capai Rp54 Miliar) 

Dia diduga menggunakan uang suapnya untuk kepentingan pribadi serta guna mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan. KPK masih mengembangkan perkara ini terhadap pihak-pihak yang diduga memberikan suap untuk Bupati Pakpak Bharat.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini