nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Telusuri Aliran Suap Bupati Pakpak Bharat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 19 November 2018 09:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 19 337 1979654 kpk-telusuri-aliran-suap-bupati-pakpak-bharat-MUUGS0D4Fh.jpg Korupsi (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri aliran suap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu yang diduga digunakan untuk mengamankan penegak hukum di Medan. KPK menduga uang suap Remigo digunakan untuk mengamankan kasus yang menjerat istrinya di Medan.

Remigo sendiri merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Pakpak Bharat. Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dalam tiga kali tahapan melalui pihak perantara.

"Nanti ‎KPK akan kembangkan seperti apa dan ke arah mana, penyidik KPK pasti paham membuat detail-detailnya," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang kepada Okezone, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Suap untuk Bantu Istrinya yang Terjerat Kasus

Saut enggan membeberkan secara detail kasus yang menjerat istri Remigo. Saut hanya memastikan, kasus yang menjerat istrinya Remigo bukan ditangani oleh KPK melainkan penegak hukum lain di Medan.

https://img-o.okeinfo.net/content/2018/11/18/337/1979551/kpk-tetapkan-bupati-pakpak-bharat-tersangka-suap-7QYTIpuohv.jpg

"Bukan (KPK). Di luar KPK. APH (Aparatur Penegak Hukum) di daerah Sumur. Namun menarik pertama alasan itu, apa iya apa tidak, kita belum tahu. Kedua, apa jamak ya, menutupi ketidakadilan dengan ketidakadilan dan siapa-siapa yang ikut berkontribusi atau penyertaan di ketidakadilan itu masih didalami lagi," papar Saut.

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda ‎Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga ‎tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.

Baca juga: Korupsi di Sumatera: 37 Kepala Daerah dan 86 Anggota DPRD "Disikat" KPK

Remigo diduga menggunakan uang suapnya untuk kepentingan pribadi serta guna mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan. KPK masih mengembangkan perkara ini terhadap pihak-pihak yang diduga memberikan suap untuk Bupati Pakpak Bharat.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.‎

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini