nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekda Pakpak Bharat Jadi Plh Bupati Gantikan Remigo yang Kena OTT KPK

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 19 November 2018 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 19 337 1979584 sekda-pakpak-bharat-jadi-plh-bupati-gantikan-remigo-yang-kena-ott-kpk-e6uAZgcLG8.jpg Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu tiba di KPK. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengangkat Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Sahat Banurea menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati setelah Remigo Yolanda Berutu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pemulusan sejumlah proyek Dinas PUPR.

"Ya langsung ditunjuk Plh. Hari ini juga. Sekda jadi pelaksana harian," kata Kapuspen Kemendagri, Bahtiar saat dihubungi Okezone, Minggu 18 November 2018.

Bahtiar menuturkan, mekanisme pengisian jabatan bupati telah diatur sesuai Pasal 65 ayat 3 dan ayat 4 serta Pasal 66 ayat 1 huruf c UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Maka otomatis wakil bupati yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Bupati, sampai inkracht putusan pengadilan.

Namun, karena jabatan Wakil Bupati Pakpak Bharat kosong karena Maju Ilyas Padang meninggal dunia pada 20 Februari 2018, langsung ditunjuk Sekda menjadi Plh sampai ada Penjabat Bupati.

Remigo Berutu

"Penjabat bupati perlu diangkat karena Plh tidak bisa menandatangani APBD dan kebijakan strategis lainnya maka langkah berikutnya segera Gubernur Sumatera Utara mengajukan kepada Mendagri Penjabat Bupati Pakpak Bharat," ujar Bahtiar.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Remigo Yolanda Berutu (RYB) sebagai tersangka. Ketua DPC Demokrat Pakpak Bharat itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemulusan sejumlah proyek dinas PUPR di wilayahnya.

(Baca Juga : Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat)

Selain Remigo, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK), dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE). Total, ada tiga orang tersangka pada kasus ini.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(Baca Juga : Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Suap untuk Bantu Istrinya yang Terjerat Kasus)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini