nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Suap untuk Bantu Istrinya yang Terjerat Kasus

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 22:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 18 337 1979558 bupati-pakpak-bharat-diduga-gunakan-suap-untuk-bantu-istrinya-yang-terjerat-kasus-jmejm5ckze.jpg Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu tiba di KPK. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu (RYB) sebagai tersangka penerima suap sejumlah proyek di wilayahnya. Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya.

Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo melalui perantaranya dalam tiga kali tahapan. Diduga, uang suap tersebut digunakan Remigo untuk mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istrinya yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo ‎saat menggelar konferensi pers di kantornya, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).

Selain Remigo, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK), dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE). Total, ada tiga orang tersangka pada kasus ini.

Menurut Agus, David Anderson ‎telah memberikan suap sebesar Rp150 juta untuk Remigo terkait dengan fee pelaksanaan proyek-proyek di Kabupaten Pakpak Bharat. Remigo diduga menginstruksikan kepada kepala dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek pada Dinas masing-masing.

"Diduga RYB menerima pemberian-pemberian lainnya terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas untuk mengumpulkan dana," sambung Agus.

Remigo Berutu

Agus menduga, total uang yang diterima Remigo sebesar Rp550 juta dari perantara melalui tiga tahapan. Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi Bupati termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri Bupati yang sat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan.

(Baca Juga : Korupsi di Sumatera: 37 Kepala Daerah dan 86 Anggota DPRD "Disikat" KPK)

"Kami masih akan mengembangkan perkara ini terkait para pihak yang diduga juga dapat dimintai pertanggungjawan terkait dugaan penerimaan oleh Bupati Pakpak Bharat," ujarnya.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(Baca Juga : KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini