nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BKKBN Keluarkan Terobosan untuk Tekan Risiko Pernikahan Dini

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 18 337 1979461 bkkbn-keluarkan-terobosan-untuk-tekan-risiko-pernikahan-dini-NaSK57PO2D.jpg Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (foto: Ist)

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan terobosan untuk menyosialisasikan pentingnya pernikahan berencana dengan menggandeng para komikus. Pada Minggu (18/11/2018), BKKBN menggelar 'Comic Talk' dengan tema Nikah Jangan Buru-buru untuk mengingatkan besarnya risiko menikah pada usia dini.

Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo menyampaikan, pernikahan harus dilakukan dengan terencana pada usia yang cukup. Pasalnya berdasarkan data BPS 2010, kata Sigit, perceraian banyak dialami kelompok usia 20-24 tahun pada usia pernikahan belum genap lima tahun.

(Baca Juga: KPAI Sesalkan Terulangnya Perkawinan Anak Usia Dini di Bantaeng) 

"Pernikahan dini juga sangat berisiko mengganggu pendidikan. Sangat penting menyiapkan mental, psikis, dan finansial," ungkap Sigit, dalam acara tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (foto: Ist)	Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (foto: Ist) 

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko pernikahan dini, BKKBN membuat upaya promotif preventif melalui Program Genre (Generasi Berencana) dengan salamnya yang unik yaitu Salam Genre yang mengajak anak muda tidak melakukan seks pra-nikah, pernikahan dini, dan penggunaan napza.

Menurut Sigit, program Genre dengan Pusat Informasi dan Konseling remaja yang tersebar di sekolah sekolah fokus mengedukasi masyarakat tentang pengendalian kependudukan, reproduksi, keterampilan hidup, dan kesiapan remaja dalam berkeluarga.

Pelibatan remaja untuk menjadi pendidik sebaya di dalam kelompoknya sangat efektif untuk menyosialisasikan program pendewasaan usia perkawinan yang sedang di gencarkan oleh BKKBN.

"Kami berharap para komikus ini bisa memasukkan pesan sosial terkait pernikahan dini kepada masyarakat," ungkap Sigit.

Adapun komikus yang menjadi pembicara adalah Iskandar (@komikfaktap), Hariyadhi (@kostumkomik), dan Hari Prasetyo (@harimerdeka). Para komikus berbagi cerita mengenai komik dan mengaitkannya dengan isu-isu terkini.

(Baca Juga: Ini Alasan Bocah SD Dinikahi Siswi SMK di Bantaeng Sulsel) 

Ratusan peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa dari wilayah Jabodetabek antusias mengikuti jalannya diskusi.

"Peserta yang hadir harus jadi agent of change supaya informasi risiko pernikahan dini bisa menyebar lebih luas di masyarakat," ucap Sigit.

Jalanya diskusi makin menarik karena BKKBN juga mengadakan lomba membuat komik sebelum acara berakhir. Informasi mengenai lomba membuat komik ini disebar BKKBN melalui akun media sosialnya, @bkkbnofficial.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini