Share

Polri Ungkap Kasus Penipuan Melalui Email oleh Jaringan Nigeria

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 16 November 2018 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 16 337 1978804 polri-ungkap-kasus-penipuan-melalui-email-oleh-jaringan-nigeria-fldm3xCblg.jpg Cyber Crime (Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan dengan modus melalui pesan elektronik atau email jaringan negara Nigeria yang beroperasi di Indonesia.

Saat melancarkan aksi kejahatannya, pelaku menggunakan email dengan identitas hijacking/419 Nigerian Scam/ Bussiness Email Compromise (BEC). Setidaknya, ada tiga tersangka yang dijerat dalam kasus ini, Ndubuike Gilber Ukpogu (30) warga negara Nigeria, Dina Febriyanti (31) warga asal Indonesia, Puput Bambang (35) warga asal Indonesia.

 Baca juga; Polisi Tangkap Sindikat Hacker yang Dilakukan Anak di Bawah Umur

"Berdasarkan dari hasil pemeriksaan para saksi, tersangka dan barang bukti, dapat diambil kesimpulan bahwa benar telah terjadi tindak pidana penipuan melalui media internet," kata Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul dikantornya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Pelaku Cyber Crime Jaringan Nigeria (Puteranegara)

Menurut Rickynaldo, modus dan motif para pelaku Ndubuike Gilber Ukpogu mendapatkan perintah melalui Email dari seorang Hacker bernama MR. BRIGHT di Nigeria. Peretas itu pun saat ini sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

 Baca juga: Hadapi Ancaman Penjahat Cyber, Wiranto Ajak Komunitas Internasional Bentuk Konvensi

"Di Nigeria untuk membuka rekening bank penampung," ucap dia.

Kemudian, jaringan Nigeria itu meminta bantuan kepada tersangka Dina Febrianti untuk membuka rekening bank menggunakan KTP palsu di berbagai bank di Jakarta. Lalu, pelaku Puput Bambang juga memiliki peran yang sama dalam kejadian ini.

Rickynaldo menambahkan, jaringan ini telah menipu salah satu korban atas nama Louisa Poh sebanyak Rp271 juta di rekening penampung BANK NOBU. Setelah dilakukan penyidikan, dari hasil analisis transaksi keuangan rekening bank milik tersangka ternyata banyak korban lain dari berbagai negara.

Baca juga: Penipuan Siber di Bali, 105 WN China Seminggu Ditarget Rp2 Miliar

"Hasil kalkulasi analisis transaksi keuangan, total kerugian dari para korban baik dari dalam dan luar negeri mencapai miliaran rupiah," ungkap dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 263, Pasal 378 Kuhp, Pasal 30 Ayat (1), Ayat (2) Ayat (3), Pasal 35, Pasal 36 Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016, Jp Pasal 82, Pasal 85 Undang-Undang No. 3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana.

"Pasal 3, Pasal 5 Dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tppu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/920/IX/2017/BARESKRIM, tanggal 12 September 2017," tutup dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini