nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggulangi Indonesia Darurat Narkotika, Bea Cukai Batam Hadang Penyelundupan Sabu

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 10:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 16 337 1978604 tanggulangi-indonesia-darurat-narkotika-bea-cukai-batam-hadang-penyelundupan-sabu-BePKiqNel0.jpg Foto: Bea Cukai

BATAM – Dalam rangka menanggulangi Indonesia Darurat Narkotika, Bea Cukai kian gencar melakukan langkah-langkah penindakan untuk menanggulangi maraknya penyelundupan narkotika. Sejak awal tahun hingga 31 Agustus 2018, Bea Cukai telah menggagalkan 258 penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor sejumlah 3.779,95 kilogram. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2017 sebanyak 2.139,71 kg. Dari hasil tangkapaj itu, sebanyak 18.9 juta orang terselamatkan dari bahaya narkoba, dengan asumsi 1 gram tangkapan bisa menyelamatkan 5 orang.

Menambah daftar keberhasilan penindakan narkotika, pada Kamis 8 November lalu, Bea Cukai Batam mengamankan 509 gram sabu (methamphetamine). Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata mengungkapkan bahwa pengamanan tersebut berawal dari kegiatan profiling petugas terhadap calon penumpang Lion Air JT 972 rute Batam-Surabaya, berinisial Z (27).

“Dari kecurigaan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan awal kepada calon penumpang bersangkutan, dan ditemukan adanya bungkusan mencurigakan di sepatunya,” ujar Susila dalam konferensi pers di Batam.

Dari hasil pemeriksaan di Ruang Pelayanan Bea Cukai Bandara Hang Nadim, lanjut Susila, kedapatan Z ternyata membawa dua bungkus mencurigakan di sepatu kiri dan dua bungkus di sepatu kanan. Bungkus plastic tersebut ternyata berisikan serbuk kristal putih yang merupakan sabu. Atas temuan itu petugas membawa Z beserta barang bukti ke kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih mendalam, dan selanjutnya diserahterimakan ke Polda Kepri.

Selain langkah penindakan narkotika seperti yang dilakukan Bea Cukai Batam, Susila menambahkan, Bea Cukai secara nasional melakukan beragam upaya preventif dalam menghadapi ancaman dan tantangan perkembangan kejahatan peredaran gelap narkotika di Indonesia.

“Kami telah mengembangkan sistem aplikasi pengawasan yang terintegrasi meliputi Sistem Intelijen Terpusat dan Operasi Penindakan Narkotika yang terkoordinasi untuk identifikasi, pelacakan, dan penindakan aktifitas perdagangan gelap dan organisasi kejahatan penyelundupan narkotika sehingga terbentuk suatu sistem yang komprehensif,” terangnya.

Juga terdapat sinergi kerja sama (joint inter agency) antara Bea Cukai dengan penegak hukum lainnya baik di dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk kegiatan inteligence fusion yaitu penyebaran dan penyatuan data dan informasi intelijen mengenai peredaran gelap narkotika dan joint enforcement yaitu penindakan bersama dengan penegak hukum lainnya (BNN dan POLRI) dalam rangka membuka dan memutuskan jaringan kejahatan peredaran gelap narkotika.

“Selain itu, kami juga melakukan revitalisasi fungsi (reengineering) organisasi Bea Cukai di bidang pengawasan narkotika yang merupakan kegiatan strategis yang dilakukan Bea Cukai sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dengan dinamika lingkungan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bea Cukai memegang peranan penting dalam keberhasilan tugas pengawasan, antara lain pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, focus group discussion mengenai kegiatan pertukaran data intelijen dan penindakan di bidang pengawasan narkotika,” pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini