KPK Selisik Penerimaan Gratifikasi Bupati Cirebon via Perbankan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 15 November 2018 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 337 1978387 kpk-selisik-penerimaan-gratifikasi-bupati-cirebon-via-perbankan-ahifnekm5N.jpg Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik sejumlah uang dugaan gratifikasi yang ditampung Bupati non-aktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra ‎dalam sebuah rekening perbankan atas nama orang lain.

Pengusutan ‎tersebut sejalan dengan pemeriksaan empat pegawai perbankan sebagai saksi untuk tindak pidana gratifikasi Bupati Cirebon pada hari ini. Empat saksi tersebut yakni, tiga pegawai Bank Mandiri KCP Cirebon yakni Abdul Qodir, Mery Astuti, dan Dhea Amalia. Sementara satu saksi lainnya Asmara Wati, pegawai Bank BCA KCP Cirebon Plered.

"KPK mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan rekening penyimpanan atau dugaan penerimaan gratifikasi melalui sarana perbankan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

BUpati Cirebon

Baca Juga: Empat Pegawai Bank Dipanggil KPK untuk Usut Gratifikasi Bupati Cirebon

Sebelumnya KPK telah menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra tersangka penerima gratifikasi sebesar Rp6,4 miliar. Uang tersebut disimpan dalam rekening atas nama orang lain yang dikuasasi oleh Sunjaya. KPK sedang mengusut asal muasal uang tersebut.

Selain tindak pidana gratifikasi, KPK juga menjerat Sunjaya sebagai tersangka penerima suap. Sunjaya ditetapkan tersangka bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto (GAR) terkait dugaab suap jual-beli jabatan di Pemkab Cirebon.

Diduga, telah terjadi pemberian uang suap dari Gatot untuk Sunjaya melalui seorang ajudan sebesar ‎Rp100 juta terkait fee karena telah melantik Gatot sebagai Sekda Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon.

Sunjaya ‎sebagai Bupati juga diduga menerima pemberian lainnya secara tunai dari pejabat di lingkungan Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi Bupati.

Adapun, modus yang diduga digunakan yakni, pemberian setoran kepada Bupati setelah beberapa pejabat dilantik. Nilai setoran yang dipatok Bupati Sun‎jaya mulai dari Camat hingga eselon tiga.

BUpati Cirebon

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Nonaktif Cirebon

(edi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini