nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Johanes Kotjo Akui Setnov Dapat Rp6 Miliar sebagai Tanda Terima Kasih

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 17:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 337 1978344 johanes-kotjo-akui-setnov-dapat-rp6-miliar-sebagai-tanda-terima-kasih-Kq4hZa3fCK.jpg Johanes Kotjo (Okezone)

JAKARTA - Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo mengakui bahwa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) mendapat jatah Rp6 miliar dari kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Sebagaimana hal tersebut diakui Johanes Kotjo saat diperiksa sebagai terdakwa perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1‎. Dimana, dalam persidangan, Jaksa menampilkan catatan keuangan milik Kotjo yang didalamnya tertulis jatah uang untuk Setnov sebesar Rp6 miliar.

 Baca juga: KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Keponakan Setya Novanto

Menurut Kotjo, uang sebesar Rp6 miliar tersebut akan diberikan kepada Setnov sebagai tanda terima kasih karena telah dikenalkan dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan Dirut PT PLN, Sofyan Basir. ‎Terlebih, kata Kotjo, dirinya sudah berkawan lama dengan Setnov.

 https://img.okeinfo.net/content/2018/11/15/337/1978279/johanes-kotjo-akui-eni-saragih-fasilitasi-pertemuannya-dengan-sofyan-basir-uYvlwqzpfS.jpg

"Saya sama beliau (Setnov)‎ sudah berkawan lama. Mungkin 30 tahun kali. Akhir 80-anlah. Jadi, saya berterima kasih sama dia, karena beliau yang menghubungkan dengan SB (Sofyan Basir) dan EMS (Eni Maulani Saragih). Itu, jadi saya kasih," kata Kotjo.

 Baca juga: Pengadilan Tinggi Jakarta Perberat Hukuman Dokter Bimanesh Sutarjo

Dalam perkara ini, Johannes Budisutrisno Kotjo didakwa oleh Jaksa pada KPK menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000.

Menurut Jaksa, uang yang diberikan Johanes Kotjo kepada Eni Saragih bertujuan agar perusahaannya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP)‎ PLTU Riau-1. Proyek tersebut merupakan kerjasama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.

 Baca juga: Johanes Kotjo Akui Eni Saragih Fasilitasi Pertemuannya dengan Sofyan Basir

Atas perbuatannya, Johanes Kotjo didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP‎.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini