nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Pegawai Bank Dipanggil KPK untuk Usut Gratifikasi Bupati Cirebon

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 337 1978112 empat-pegawai-bank-dipanggil-kpk-untuk-usut-gratifikasi-bupati-cirebon-1ZPvlm5yvS.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut tindak pidana gratifikasi bupati nonaktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra. Pengusutan tersebut sejalan dengan pemeriksaan sejumlah saksi pada hari ini.

Ada empat saksi dari pegawai bank yang dihadirkan KPK ‎untuk mengusut dugaan gratifikasi Sunjaya. Tiga di antaranya merupakan pegawai Bank Mandiri KCP Cirebon yang masing-masing bernama Abdul Qodir, Mery Astuti, dan Dhea Amalia. Sementar satu saksi lainnya Asmara Wati pegawai Bank BCA KCP Cirebon Plered.

"Mereka diperiksa sebagai saksi terkait gratifikasi Sun (Sunjaya ‎Purwadisastra)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/2018).

(Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Nonaktif Cirebon)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra menjadi tersangka penerima gratifikasi sebesar Rp6,4 miliar. Uang tersebut disimpan dalam rekening atas nama orang lain yang dikuasai Sunjaya. KPK sedang mengusut asal-muasal uang tersebut.

Selain tindak pidana gratifikasi, KPK juga menjerat Sunjaya sebagai tersangka penerima suap. Ia ditetapkan tersangka bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto (GAR), terkait dugaan suap jual-beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Diduga telah terjadi pemberian uang suap dari Gatot untuk Sunjaya melalui seorang ajudan sebesar ‎Rp100 juta terkait komisi karena melantik Gatot sebagai sekda Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon.

(Baca juga: KPK Panggil 12 Saksi Kasus Suap Bupati Cirebon)

Sunjaya sebagai bupati juga diduga menerima pemberian lainnya secara tunai dari pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi bupati.

Adapun modus yang diduga digunakan yakni pemberian setoran kepada bupati setelah beberapa pejabat dilantik. Setoran yang didapat Bupati Sun‎jaya mulai dari camat hingga eselon III.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini