nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bicara di KTT ASEAN, Jokowi: Ubah Potensi Ancaman Jadi Kerja Sama!

Antara, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 11:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 337 1977614 bicara-di-ktt-asean-jokowi-ubah-potensi-ancaman-jadi-kerja-sama-nxslsMKeGK.jpg Presiden Jokowi (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ASEAN yang berada di tengah kawasan Indo-Pasifik harus mampu menjadi poros, memainkan peranannya, dan mengubah potensi ancaman itu menjadi sebuah peningkatan kerja sama.

"Dunia kita dipenuhi banyak ketidakpastian. Tarik menarik kepentingan juga kita rasakan di kawasan kita. ASEAN harus tetap menjadi motor bagi perdamaian dan kesejahteraan. ASEAN harus dapat mengubah potensi ancaman menjadi kerja sama, potensi ketegangan menjadi perdamaian," kata Jokowi saat bicara dalam KTT Ke-33 ASEAN di Singapura.

(Baca Juga: Jokowi: ASEAN Siap Bantu Myanmar untuk Ciptakan Kondisi Kondusif di Rakhine State)

Dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/11/2018), Indonesia kembali menyampaikan perkembangan konsep kerja sama di kawasan Indo-Pasifik dalam KTT Ke-33 ASEAN di Singapura.

Jokowi di KTT ASEAN 

Kepala Negara mengatakan, konsep Indo-Pasifik sangat penting artinya bagi ASEAN untuk tetap relevan dan menjaga sentralitasnya.

Ketidakpastian dan besarnya tantangan yang dihadapi kawasan Indo-Pasifik berpotensi untuk menimbulkan ancaman bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan tersebut dalam kaitannya dengan tarik-menarik konstelasi kekuatan dunia.

(Baca Juga: Jokowi Hadiri KTT di Singapura, Golkar Sebut Indonesia Bisa Pimpin ASEAN)

Lebih jauh, Presiden mengatakan konsep Indo-Pasifik dapat dikembangkan dengan peningkatan kerja sama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Pada KTT April lalu, saya telah menjelaskan pentingnya ASEAN mengembangkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik yang mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, inklusivitas, transparan, menghormati hukum internasional, dan menghargai sentralitas ASEAN," kata Presiden.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini