Miranda Goeltom Dicecar KPK terkait Penyelidikan Kasus Bank Century

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 13 November 2018 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 13 337 1977109 miranda-goeltom-dicecar-kpk-terkait-penyelidikan-kasus-bank-century-61E5uTX05l.jpg Miranda saat di KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom rampung dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Miranda membantah diperiksa dan mengaku hanya untuk dimintai keterangannya oleh KPK

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa keterangannya dibutuhkan oleh KPK untuk penyelidikan kasus korupsi Bank Century. Menurut Miranda, pertanyaan yang diajukan KPK tidak ada yang baru.

"Bukan diperiksa, ditanyain keterangan. Masih penyelidikan mengenai Century‎. Enggak ada pertanyaan baru. Cuma yang lama, diklarifikasi," kata Miranda di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018).

KPK sendiri memang sedang membuka penyelidikan baru terkait perkara dugaan korupsi ‎pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century. Penyelidikan baru dimulai dengan merujuk pada putusan Budi Mulya.

miranda

 (Baca juga: KPK Periksa Eks Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom)

Sebagaimana dalam putusan Budi Mulya di tingkat kasasi den‎gan nomor perkara 861 K/Pid.Sus/2015, terdapat sepuluh orang yang disebut secara bersama-sama dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya melakukan tindak pidana korupsi.

10 orang tersebut yakni, Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia; Miranda Swary Goeltom selaku Deputi Senior Bank Indonesia; Siti Chalimah Fadjrijah selaku Deputi Gubernur 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah; Almarhum Budi Rochadi selaku Deputi‎ Bidang 7 Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan.

 (Baca juga: Kebebasan Miranda dari Penjara Disambut Keluarga Besar)

Kemudian, Robert Tantular; Hermanus Hasan Muslim; Muliaman Dharmansyah Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan; Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang 3 Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang 8 Logitik, Keuangan, dan Penyelesaian Aset, serta Raden Pardede selaku KKSK.

 miranda

Namun demikian, Miranda membantah bahwa namanya masuk kedalam putusan Budi Mulya. Dia menjelaskan bahwa KPK mencecar soal prosedur pengambilan keputusan dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century.

‎"Tidak ada (dalam putusan). Cuma ditanyain prosedur pengambilan keputusan‎. Mengenai bank Century aja," terangnya.

Dalam perkara ini, Budi Mulya divonis sepuluh tahun penjara di tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor. Jaksa melakukan upaya hukum lanjutan, yang kemudian hukuman terhadap Budi Mulya diperberat menjadi 15 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini