nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei LSI: Dukungan untuk Pancasila Terus Menurun Sejak 2005

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 12 November 2018 23:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 12 337 1976909 survei-lsi-dukungan-untuk-pancasila-terus-menurun-sejak-2005-tVNyLz1kvY.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengemukakan bahwa dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan selama 13 tahun terakhir.

Survei tersebut menunjukan bahwa pada tahun 2005 dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2 persen. Namun, 13 tahun berselang atau pada 2018 menurun menjadi 75,3 persen atau turun sebesar 10 persen. Penurunan tersebut membawa kekhawatiran sendiri akan apatisnya generasi muda terhadap nilai luhur dari Pancasila.

Menanggapi hasil survei tersebut, Koordinator Komunitas bela Indonesia (KBI) Anick HT menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat, terutama generasi muda akan hadirnya pancasila perlu kembali ditegakkan. Ia pun meminta bahwa Pancasila "dibangkitkan" lagi di sanubari generasi muda agar Indonesia tak menjadi seperti Yugoslavia dan Suriah.

Menurut Anick, dirinya dan komunitas melakukan sederet pelatihan jubir Pancasila untuk menaikkan kesadaran generasi muda akan nilai luhur pendiri negara tersebut. Nantinya, sederet pelatihan itu sudah didesain dengan menerbitkan satu buku rujukan utama yang berjudul 'Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia'.

"Program ini diorientasikan untuk menstimulasi kesadaran publik terhadap pentingnya ideologi pemersatu, common platform Indonesia, yang bernama Pancasila. Kesadaran ideologis semacam ini bukan hanya ranah pemerintah, tapi juga tugas kita semua sebagai anak bangsa yang tak ingin Indonesia menjadi seperti Yugoslavia atau Suriah," jelasnya.

Sebanyak 40 orang peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan juru bicara (jubir) Pancasila di Palembang, Sumatera Selatan.

Aktivis Women Crisis Group Palembang, Yenny mengatakan, pelatihan jubir Pancasila ini akan membantu para peserta untuk membaca kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Kita harus mempertahankan NKRI dengan terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tidak bisa ditawar lagi," ujar Yenny.

Sementara itu, Supervisor KBI Kalimantan Tengah, Elza Peldi menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dipersiapkan agar generasi muda kembali cinta ke pelukan Pancasila.

"Pelatihan jubir Pancasila ini juga menyajikan materi media sosial yang sengaja dipersiapkan agar peserta mampu menguasai teknik dalam memaksimalkan penggunaan media sosial terlebih untuk kampanye konten positif," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini