Share

Cerita Ma'ruf Amin Soal Hubungannya dengan Habib Rizieq

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 12 November 2018 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 12 337 1976544 cerita-ma-ruf-amin-soal-hubungannya-dengan-habib-rizieq-kb5VHgXAU1.jpg Maruf Amin (foto: Sindo)

JAKARTA - Calon wakil presiden Ma’ruf membantah hubungannya dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syhihab terdapat konflik lantaran turut maju di pemilihan presiden 2019 mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

"HRS (Habib Rizieq Shihab) itu tidak pernah ada konflik dengan saya," kata Ma’ruf di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Disebutkan Ma’ruf, Rizieq pun menganggap Ma'ruf sebagai guru dan orangtua. Ia sempat menanyakan apakah masalah karena dirinya orang NU, Rizieq pun tak mempermasalahkan.

"Dia (HRS) bilang saya itu guru, orang tua saya," jelas.

 (Baca juga: Kuasa Hukum Habib Rizieq Tegaskan Dubes RI di Arab Saudi Tak Beri Pembelaan Apapun)

Bahkan, Ma’ruf mengatakan, jika pada saat Aksi 212 lalu dirinya menjadi penenangan antara Habib Rizieq dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian. Dimana kala itu antara Rizieq dan Tito sempat berbeda pandangan soal tempat solat Jumat.

"Pak Tito maunya di Istiqlal, HRS maunya di Thamrin wah itu berbahaya, karena itu saya sarankan di Monas karena tengah-tengah," ungkap dia.

 bre

Lalu, sambung Ma’ruf, kala itu pentolan FPI Habib Rizieq kembali memprotes ketika pintu akses Monumen Nasional (Monas) yang hanya dibuka sedikit, hingga suara penceramah yang harus sampai ke Gambir.

Hingga akhirnya, Kapolri pun menyanggupi semua permintaan tersebut. Kala aksi tersebut, Ketum MUI non Aktif itu hanya menyarankan satu hal kepada peserta aksi 212.

 (Baca juga: Pemeriksaan Habib Rizieq di Arab Saudi Dinilai sebagai Upaya "Penggembosan" Reuni 212)

“Saya bilang jangan berdiri posisinya kemudian (jangan) provokasi duduk saja supaya aman," tutur dia.

 rizieq

Tidak sampai disitu, Ma’ruf juga menceritakan jika Presiden Jokowi bercerita padanya ketika saat aksi 411 sebelumnya ingin hadir. Sehingga ia pun menyarakan agar Jokowi hadir di 212 dan akhirnya Jokowi ikut turun saat detik-detik akhir.

"Saya juga sarankan pak Jokowi bagusnya dateng, tapi waktu 411 (Jokowi bilang) maunya datang tapi protokolnya larang. pak Jokowi 212 besok ketemu saya, bagus kalau bapak datang," papar dia.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini