Pameran Indo Defence 2018, Alutsista Buatan Anak Negeri Patut Diapresiasi

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 08 November 2018 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 08 337 1975286 pameran-indo-defence-2018-alutsista-buatan-anak-negeri-patut-diapresiasi-U8m7vLaImq.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tantangan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke depan semakin kompleks. Oleh karenanya, di tengah persaingan global saat ini yang patut menjadi perhatian khusus TNI ialah pembenahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati berujar, pembenahan alutsista TNI sejatinya terbagi dalam dua program, untuk alutsista yang dimiliki sebelum Minimum Essential Force (MEF) ditetapkan pemerintah maupun setelah MEF itu berjalan.

"Alutsista sebelum MEF dibenahi untuk mempertahankan life cyrcle agar tetap dapat digunakan sesuai pasokan rantai logistik dan keahlian prajurit TNI yang mengawaki Alutsista tersebut," ucap Susaningtyas dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone di Jakarta, Kamis (8/11/2018) malam.

Mantan anggota Komisi I DPR yang karib disapa Nuning itu menjelaskan, pada prinsipnya, pembenahan alutsista sebelum MEF ditujukan untuk efisiensi sedangkan pembenahan alutsista setelah MEF ditujukan untuk optimalisasi (efektif dan efisien).

Hal ini menurutnya, tentu merupakan hal yang mendasari diadakannya pekan pameran Indo Defense sebagai suatu ajang promosi atau pameran alutsista militer bergengsi yang banyak memamerkan peralatan dari software sampai hardware mutakhir yang diproduksi oleh industri persenjataan luar negeri maupun dalam negeri.

"Kita harus apresiasi karya anak bangsa seperti PT PAL, Pindad dan lain-lain juga swasta yang konsisten memproduksi alutsista seperti PT Tesco. Kapal patroli buatan PT Tesco juga memiliki kualitas baik sesuai dengan kebutuhan untuk patroli di perairan kepulauan," tuturnya.

Platform kapal itu lanjut Nuning, dirancang untuk pelayaran jarak dekat antar pulau dengan persenjataan ringan. Kapal patroli buatan PT Tesco kata dia, tidak bisa serta merta disamakan dengan FPB bikinan PT PAL karena dari awal memang berbeda peruntukannya.

"Produk dalam negeri lain kita harus apresiasi juga PT Sritex yang mampu menembus pasar internasional untuk seragam militer manca negara termasuk NATO," kata Nuning menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini