Share

Bentuk hingga Tambalan Gigi Bisa Bantu Proses Identifikasi Korban Lion Air

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 07 November 2018 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 07 337 1974637 bentuk-hingga-tambalan-gigi-bisa-bantu-proses-identifikasi-korban-lion-air-O3kiEbSf42.jpg Ilustrasi identifikasi Korban Lion Air (Okezone)

JAKARTA - Kepala Laboratorium dan Klinik Odontologi Kepolisian, Kombes Agustinus menjelaskan bahwa rekam gigi bisa membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) guna melakukan proses identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Perairan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Sejumlah proses identifikasi identitas dari korban tersebut memang dilakukan. Mulai dari pencocokan data antemortem dan postmortem serta pengambilan sampel DNA.

 Baca juga: Suasana Haru Selimuti Proses Pemakaman Teknisi Lion Air di Bangkalan

Ternyata, identifikasi juga bisa dilakukan dari bentuk gigi hingga rahang seorang korban. Mulai dari warna, bentuk dan segala intervensi gigi korban diteliti.

 Pencarian Puing dan Korban Lion Air

"Apakah ada tambalan termasuk kondisi rahangnya. Juga antara gigi atas dan bawah untuk disandingkan dengan data AM," ujar Agus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018).

Menurut Agus, proses identifikasi melalui gigi itu nantinya akan didalami dari keterangan pihak keluarga apakah korban memiliki rekam medis gigi. Nantinya, informasi itu akan diberikan ke tim DVI.

 Baca juga: Perpanjang 3 Hari, Basarnas Siapkan 220 Personel Cari Korban Lion Air

"Kemudian kami akan membandingkan data PM dan AM sehingga lebih mudah dilakukan proses matching. Kalau lengkap dengan rontgen akan membantu sekali," tutur Agus.

Hasil identifikasi dari rekam medis gigi, nantinya bisa diketahui jenis kelamin dan umur manusia. Menurut Agus, biasanya jenis kelamin perempuan memiliki rahang yang melengkung dan pria memiliki rahang yang cenderung rata.

 

"Dari sudut rahang, laki-laki lebih tegak lurus. Kalau wanita lebih landai sudutnya kisaran 125 derajat," tutur Agus.

Kendati begitu, Agus menyebut, dalam hal ini, tidak banyak orang yang rajin untuk melakukan perawatan terhadap kesehatan giginya. Hal itu biasanya hanya dilakukan rutin oleh kepolisian dan TNI.

 Baca juga: Fokus Kepada Korban, Basarnas Serahkan Pencarian CVR Lion Air ke KNKT dan BPPT

Sebab itu, Agus mengimbau agar setiap instansi melakukan rekam medis gigi kepada setiap karyawannya. Data yang diterima, dari 189 manifes penumpang, hanya kira-kira 70 penumpang atau sekitar 30% yang pernah melakukan perawatan gigi.

 Pencarian Puing dan Korban Lion Air

"Yang tidak pernah melakukan perawatan gigi jadi kesulitan mendapat dental record-nya. Kalau enggak pernah melakukan perawatan kita minta keluarga mengirimkan foto," kata Agus.

Untuk saat ini, tim DVI Polri telah mengidentifikasi sebanyak 44 korban. Dengan rincian, 33 korban berjenis kelamin pria dan 11 orang perempuan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini