nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fayakhun Andriadi Ngaku Menyesal Terima Uang Suap Proyek Bakamla

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 16:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 07 337 1974586 fayakhun-andriadi-ngaku-menyesal-terima-uang-suap-proyek-bakamla-eBoZbyJgSO.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan anggota Komisi I DPR RI asal Golkar, Fayakhun Andriadi menyesal menerima uang suap dari proyek pengadaan alat satelit monitoring (satmon) milik Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut diterimanya dari Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawasyah.

"Tidak ada terbesit sedikit pun niat jahat hati saya. Saya tidak mau mengambil yang bukan hak saya, apalagi merugikan negara, tidak pernah ada niat. Saya akui saya bersalah telah menerima uang dari Fahmi Darmawansyah, "kata Fayakhun saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Fayakhun sendiri sempat menyangkal mengenal Fahmi Darmawansyah. ‎Meskipun demikian, Politikus Golkar tersebut tetap meminta maaf karena telah menerima uang dari proyek Bakamla. "Saya meminta maaf kepada keluarga, Partai Golkar, masyarakat, dan pemerintah," kata Fayakhun.

 (Baca juga: Jaksa Tuntut Hakim Cabut Hak Politik Fayakhun Andriadi)

Dalam nota pembelaannya, Fayakhun juga meminta agar majelis hakim mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) dan memberikan keringanan hukum. Hal itu diupayakan Fayakhun mengingat ada tanggungan keluarga.

"Mohon majelis hakim mengabulkan permohonan justice collaborator dan mempertimbangkan keringanan hukuman untuk saya karena saya masih menanggung keluarga ," kata Fayakhun.

 fayakhun

‎Sebelumnya, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Fayakhun Andriadi dengan pidana sepuluh tahun penjara. Fayakhun juga dituntut oleh Jaksa untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Atas perbuatannya, Fayakhun dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 (Baca juga: Korupsi Bakamla, Fayakhun Andriadi Dituntut 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar)

‎Jaksa berpandangan Fayakhun terbukti bersalah karena telah menerima suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat. Uang tersebut diterima Fayakhun dari Direktur ‎Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Uang tersebut diduga sengaja diberikan Fahmi kepada Fayakhun untuk memuluskan alokasi atau ploting penambahan anggaran pada Bada Keamanan Laut (Bakamla). Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk proyek satelit monitoring dan drone.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini