Share

Pengadilan Tinggi Jakarta Perberat Hukuman Dokter Bimanesh Sutarjo

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 05 November 2018 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 05 337 1973477 pengadilan-tinggi-jakarta-perberat-hukuman-dokter-bimanesh-sutarjo-dlhclqIwGi.JPG Dokter Bimanesh Sutarjo (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta akhirnya memperberat vonis dari dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo terkait perkara dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan merekayasa rekam medis mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov).

Dalam vonis yang dibacakan pada 25 Oktober 2018 lalu oleh hakim tinggi Ester Siregar selaku Ketua Majelis‎ Hakim dan empat hakim anggota, Bimanesh dihukum menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Bimanesh sendiri pada putusan pengadilan tingkat pertama divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia juga diwajibkan membayar denda Rp150 juta subsider 1 bulan kurungan.

Hakim Estern menilai bahwa, ada unsur kesengajaan dalam tindak pidana yang dilakukan oleh Bimanesh. Majelis hakim menyatakan Bimanesh terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merintangi penyidikan pada tersangka korupsi.

Menurut hakim, Bimanesh sengaja menyalahgunakan kewenangannya sebagai dokter untuk menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK pada Setya Novanto.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menilai perbuatan Bimanesh telah menodai citra dan wibawa dunia kedokteran yang jujur dan berintegritas. Untuk itun majelis hakim menilai hukuman pada Bimanesh perlu diperberat.

Bimanesh Sutarjo

Dengan adanya vonis itu, Jaksa Penuntut Umum pada KPK, M Takdir mengaku akan mempelajari putusan itu terlebih dahulu.

"Tim jaksa penuntut umum pada KPK akan mempelajari dulu putusan tersebut," ucap Takdir, Senin (5/11/2018) saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sekadar mengingatkan, Bimanesh terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Bimanesh terbukti bersama-sama dengan pengacara Fredrich Yunadi melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau guna menghindari pemeriksaan KPK.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini