KPK Periksa Sekda Pemkab Cirebon Terkait Suap Bupati

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 05 November 2018 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 05 337 1973450 kpk-periksa-sekda-pemkab-cirebon-terkait-suap-bupati-WFrob6Yebt.jpg Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat. Salah satu pihak yang diperiksa adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno.

Dalam jadwal pemeriksaan, Sutrisno akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Selain itu, KPK memanggil Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Avip Suhardian dan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Yayat Ruhyat.

Kemudian, Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Cirebon Nana Mulyana dan Kabid Bimtek PUPR Kabupaten Cirebon Suparman, PNS Adil Prayitno, Kasubag Kepegawaian Bagian Umum Andri Yuliandri, juga dipanggil penyidik.

Lalu, Staf PUPR Jajat, PNS Sanja Wachyudi, Sri Darmanto, Supadi, Suparman dan pihak swasta Robi. "Mereka semua juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Bupati Cirebon," ucap Febri.

KPK mengungkap adanya praktik jual-beli jabatan di Pemkab Cirebon dan menjerat dua orang tersangka. Mereka adalah Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto (GAR).

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra kenakan rompi oranye KPK (Okezone)

Diduga telah terjadi pemberian uang suap dari Gatot untuk Sunjaya melalui seorang ajudan sebesar ‎Rp100 juta terkait komisi karena telah melantik Gatot sebagai Sekda PUPR Kabupaten Cirebon.

Sunjaya ‎sebagai bupati juga diduga menerima pemberian lainnya secara tunai dari pejabat di lingkungan Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi bupati.

(Baca Juga : Geledah Kantor Anak Usaha Sinar Mas Group di Jakarta, KPK Sita 2 Dus Dokumen)

Adapun modus yang diduga digunakan yakni pemberian setoran kepada Bupati setelah beberapa pejabat dilantik. Nilai setoran yang dipatok Bupati Sun‎jaya mulai untuk kalangan camat hingga pejabat eselon III.

Selain pemberian uang tunai terkait mutasi jabatan, diduga Sunjaya juga menerima fee total Rp6.425.000.000 yang tersimpan atas nama orang lain.

(Baca Juga : KPK Kembali Sita Mobil Usai Geledah 6 Lokasi terkait Suap Bupati Cirebon)

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini