nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Enam Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tak Ada Soeharto dan Gus Dur

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 01 November 2018 17:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 01 337 1972094 enam-nama-diusulkan-jadi-pahlawan-nasional-minus-soeharto-dan-gus-dur-HCMY2xqK64.jpg Jimly Asshiddiqie (Heru/Okezone)

JAKARTA – Dewan Gelar tahun ini mengusulkan kembali enam nama kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional. Dari enam tersebut, tak ada nama Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur.

“Yang paling banyak pertanyaan itu Gus Dur dan Soeharto. Dua nama sudah berkali-kali diajukan, tapi tahun ini tidak diajukan,” kata Wakil Ketua Dewan Gelar, Jimly Asshiddiqie di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Jimly hari ini bersama Ketua Dewan Gelar juga Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bertemu Presiden Jokowi untuk memberikan usulan nama-nama yang akan dinobatkan jadi pahlawan nasional.

Menurutnya ada enam nama yang diusulkan dalam rangka Hari Pahlawan pada 10 November nanti. “Tapi belum bisa diumumkan hasilnya, karena pada saatnya nanti tanggal 9 November biasanya penganugerahan di situ Mensesneg akan mengumumkan, bukan kita. Kita hny memberi masukan hasil penelitian selama setahun,” ujar Jimly.

Ryamizard Ryacudu (Okezone)

Jimly dan Ryamizard sama-sama enggan membuka nama-nama yang diusulkan tersebut, hanya memastikan tak ada Soeharto dan Gus Dur, dua mantan Presiden Indonesia yang dinilai kontroversi.

Ryamizard menolak membeberkan nama tersebut karena keputusannya ada di Presiden. “Bisa berkurang, bisa lebih, tidak boleh diumumkan dulu.”

Jimly menjelaskan bahwa Dewan Gelar hanya menyerahkan saja nama-nama ke Presiden untuk diberi gelar pahlawan nasional. Sementara yang mengusulkan adalah Kementerian Sosial kemudian diteliti oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

“Terakhir diserahkan ke Dewan Gelar. Dewan Gelar kemudian lapor ke Presiden,” ujarnya.

Terkait dengan tidak masuknya Soeharto dan Gus Dur dalam usulan pahlawan nasional tahun ini, Jimly tidak mau berkomentar. “Tanya sama timnya,” tukas mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini