Belum Periksa Eks Jubir HTI, Polri Tak Ingin Tergesa-gesa

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 01 November 2018 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 01 337 1972020 belum-periksa-eks-jubir-hti-polri-tak-ingin-tergesa-gesa-vSzeUU0Ueg.jpg Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, masih mendalami laporan Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) yang melaporkan status mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto ke Bareskrim Polri.

Dalam laporan tersebut, FUIR menilai Ismail telah menebarkan kabar bohong alias hoax terkait bendera HTI.

"Unsur perbuatan melawan hukumnya harus terpenuhi dulu. Kalau perbuatan melawan hukumnya terpenuhi, ya penyidik nanti yang menganalisis itu ya," kata Dedi, Rabu, (31/10/2018).

(Baca Juga: Eks Jubir HTI Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Pembakaran Bendera)

Pembakaran bendera HTI

Dedi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum berencana memanggil terlapor, sebab laporan masih dalam tahap penyelidikan. "Ya nanti dulu, laporan kan baru sampai penyidik," tuturnya.

Dedi menjelaskan, dalam menangani setiap kasus polisi mengedepankan asas kehati-hatian terlebih saat ini tengah menghadapi tahun politik.

"Yang jelas polisi bekerja secara profesional dan mengedepankan asas kehati-hatian di tahun pesta demokrasi ini, semua harus asas kehati-hatiannya lebih tinggi dan tidak boleh tergesa-gesa," paparnya.

Seperti diketahui, FUIR melaporkan mantan mantan Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto ke Bareskrim Polri, karena dianggap menyebarkan berita bohong di media sosial.

FUIR laporkan Eks Jubir HTI ke Bareskrim 

Laporan diterima nomor LP/B/1369/X/2018/BARESKRIM tertanggal 25 Oktober 2018. Ismail dilaporkan karena diduga melalukan tindak pidana konflik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kebohongannya itu karena dia mengatakan enggak ada bendera HTI tetapi faktanya bahwa bendera HTI itu masih ada. Beliau (Yusanto) menyebarkan lewat Twitter bahwa bendera HTI itu enggak ada tetapi faktanya itu ada," ujar Tim Advokasi FUIR Rivai Sabon Mehen di Bareskrim Polri.

(Baca Juga: Menag Lukman Ajak Umat Akhiri Debat Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini