nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tuti Dieksekusi Mati Tanpa Notifikasi, Diplomasi Pemerintah ke Arab Saudi Dinilai Lemah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 06:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 01 337 1971766 tuti-diekskusi-mati-tanpa-notifikasi-diplomasi-pemerintah-ke-arab-saudi-dinilai-lemah-H110VksT33.jpg Tuti Tursilawati (kanan) berfoto bersama ibunya, Iti Sarniti. Foto: Okezone/Fathnur Rohman

JAKARTA - Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka dieksekusi mati tanpa pemberitahuan (notifikasi) oleh Kerjaan Arab Saudi. Kejadian yang kembali terulang ini membuat Indonesia protes.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa, menilai kasus ini menunjukkan bukti diplomasi Indonesia lemah. Semestinya, pemerintah mampu menekan Saudi karena sumbangsih ekonomi Tanah Air kepada negeri petro dollar itu terhitung signifikan.

"Ini menunjukkan bukan saja diplomasi Indonesia lemah, tapi Indonesia ini nggak dianggap sama Saudi. Padahal sumbangan devisa Indonesia ke pemerintah Saudi dari Haji dan Umrah itu besar, tapi kok notifikasi hukuman mati tidak disampaikan. Ini kan artinya pemerintah Indonesia tidak mampu melakukan tekanan terhadap pemerintah Saudi," ujar Dian kepada Okezone, Kamis (1/11/2018).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan, jamaah haji dan umrah Indonesia memberikan sumbangan tidak saja devisa bagi Saudi tapi juga lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan, data Kamar Dagang Saudi menghitung ibadah haji ini dapat menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja permanen dan menyumbang 25-30 persen pendapatan sektor swasta di sekitar Mekkah dan Madinah.

“Rata-rata jamaah haji menghabiskan USD$5.000. Kalau tahun 2017 lalu, Indonesia mengirim 220.000 jamaah haji, artinya Indonesia melepas uang ke Saudi USD$1,1 miliar atau sekitar Rp16,5 triliun rupiah. Sumbangan Indonesia dari pajak haji ini kan besar, tapi kok Indonesia tidak punya daya tawar? tragis sekali,” sambung Dian.

Caleg PAN DPR RI Dapil II DKI Jakarta ( Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri) ini melihat pemerintah Indonesia tidak belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Prabowo saat menyelamatkan nasib Wilfrida Soik, TKI asal NTT yang selamat dari tiang gantungan setelah membayar mahal pengacara kondang Malaysia dan melakukan lobby langsung dengan Perdana Menteri Malaysia Nadjib Razak pada waktu itu.

Wilfrida dihukum mati pengadilan Malaysia karena dituduh melakukan tindak pembunuhan terhadap majikan perempuannya, Yeap Seok Pen.

Baca: Jokowi Protes TKI Tuti Tursilawati Dieksekusi Mati di Saudi Tanpa Notifikasi

Baca: Sederet TKI yang Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan ke Indonesia

Dian menyarankan ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid untuk mundur dari jabatanntya sebab tidak mampu memberi perlindungan kepada Tenaga Kerja Indonesia.

“Badan ini dibentuk untuk memberi perlindungan kepada TKI. Pejabatnya dibayar oleh tax-payer, uang rakyat. Kalau tidak bisa menyelamatkan nyawa TKI yang mundur såja dong. Ini sikap pejabat yang bertanggung-jawab. Kalau pak Nusron Wahid bertanggung-jawab, ya mundur,” ujar Dian.

Tuti adalah warga negara Indonesia kelima yang dieksekusi di Saudi Arabia. Dalam catalan Migrant CARE, organisasi pekerja migran, saat ini ada 19 tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi yang masuk dalam daftar hukuman mati.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini