Haedar Nasir Minta Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Tidak "Digoreng" Terus

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 31 Oktober 2018 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 337 1971706 haedar-nasir-minta-kasus-pembakaran-bendera-tauhid-tidak-digoreng-terus-y5lXBdSpRm.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta peristiwa pembakaran bendara tauhid di Garut, Jawa Barat agar tidak dikapitalisasi.

"Jangan ada kapitalisasi persoalan ini, oleh pihak-pihak manapun. Karena setiap problem yang terjadi di republik ini, problem kita semua. Jadi jangan ada yang menjadikan problem itu besar, justru problem itu menjadi kecil," kata Haedar di PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Ia pun menegaskan, persoalan itu sudah ditanggani oleh pihak kepolisian, sehingga sudah tidak semestinya dipersoalkan kembali.

 (Baca juga: Polemik Bendera Tauhid, Intelektual NU Tuding Eks HTI Mainkan Framing Memantik Sentimen Umat)

"Kita sudah mempercayakan sepenuhnya ke kepolisian. Sekarang ini kan Anshor dan teman-teman NU sudah minta maaf. Bahkan saya sebelumnya sudah mengimbau saling memanfaatkan antar komponen bangsa jika ada insiden seperti itu. Sampai saya bilang meminta dan memberi maaf, saling memaafkan itu tidak menjatuhkan diri masing-masing. Sekarang, Alhamdulillah berhenti, suasana publik sudah redah," ungkapnya.

 bendera

Haedar mempercayakan kepada aparat kepolisian untuk menghukum pembawa dan pembakar bendera saat Hari Santri Nasional (HSN).

 (Baca juga: Dua Pembakar Bendera HTI di Garut Ditetapkan Jadi Tersangka)

"Baik yang membawa bendera maupun yang melakukan pembakaran, akan diproses secara hukum. Kita tidak perlu mencampuri proses pengadilan dan proses hukum. Kita percayakan. Jadi semuanya sudah selesai. Dari aspek sosial dan hukum. Jangan terus bergulat dipersoalkan ini. Kita harus bangkit," pungkasnya. (Wal)

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini