nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

James Riady Siap Kooperatif terhadap KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 21:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 30 337 1971184 james-riady-siap-kooperatif-terhadap-kpk-1H2QkJN9tH.jpg James Riady (Foto: Ist)

JAKARTA - CEO Lippo Group, James Riady, mengatakan, bahwa dirinya sangat menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihaknya, juga memastikan akan kooperatif terhadap lembaga antirasuah tersebut.

“Kami mengapresiasi KPK dan proses yang sedang berjalan sejauh ini. Kami akan bekerja sama sebaik-baiknya dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

James pada hari ini diperiksa KPK dalam perkara dugaan suap perizinan pembangunan megaproyek apartemen oleh PT MSU di Bekasi. Terkait hal itu, dia berharap proses penyelidikan dapat berjalan lancar dan kasusnya segera tuntas.

“Tentunya kami prihatin dengan kejadian ini, dan sebagai warga negara yang baik kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.

Meikarta merupakan proyek PT MSU yang diklaim membawa multiplier effect bagi perekonomian Indonesia. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, sumbangan pajak kepada negara, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga kontribusi pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

James Riady

(Baca Juga: James Riady Akui Pernah Temui Bupati Bekasi)

Sebanyak 70 ribu tenaga kerja diserap dalam proyek tersebut, mulai dari pekerja konstruksi, mandor, petugas kebersihan dan keamanan, arsitek, desainer interior, hingga petugas pengelola berbagai fasilitas.

Total investasinya saja Rp278 triliun berasal dari sejumlah investor dan melibatkan 120 perusahaan. Proyek ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia yang berkisar Rp15.000 triliun per tahun.

Sejalan dengan pemerintah, proyek itu juga diklaim mampu hunian bagi masyarakat, yang mana terdapat defisit hunian sebesar 11 juta unit yang belum dapat dipenuhi. Sehingga, banyak orang belum memiliki hunian, dan menjadi penyangga kota lainnya dalam mengurai kepadatan penduduk.

(Baca Juga: Diperiksa KPK 9 Jam, CEO Lippo Group Dicecar 59 Pertanyaan Terkait Suap Meikarta)

KPK sendiri sebelumnya telah menjerat sembilan orang tersangka terkait proyek Meikarta. Mereka adalah ‎Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY) dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS).

Tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ). Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini