nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai-Ramai Gelorakan Semangat Persatuan di Momen Sumpah Pemuda

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 28 Oktober 2018 21:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 28 337 1970086 ramai-ramai-gelorakan-semangat-persatuan-di-momen-sumpah-pemuda-iYJhUj504n.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Momen Sumpah Pemuda kali ini dirasa istimewa. Hal tersebut merujuk pada kondisi perpolitikan di Indonesia yang tengah "panas" akibat diterpa banyak isu perpecahan.

Momen Sumpah Pemuda sendiri diharapkan bisa menghilangkan sekat-sekat perpecahan itu untuk kembali duduk bersama dan merenungkan bagaimana para pahlawan bisa bersatu tanpa membedakan latar belakang untuk kemerdekaan Indonesia.

Presiden Indonesia, Joko Widodo berharap agar semangat para pemuda itu terus tertanam di jiwa para pemuda Indonesia masa kini. Maka dari itu, Kepala Negara mengajak para pemuda untuk bergandeng tangan memajukan Indonesia dengan semangat yang sama seperti para pemuda yang berikrar dalam Kongres Pemuda II tahun 1928 lampau.

"Kita, utamanya para pemuda, harus bergandengan tangan, bersatu, untuk menggerakkan Indonesia sekarang maupun yang akan datang. Karena di tangan pemuda lah negara ini akan maju," kata Jokowi.

Selain itu, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98) juga mengajak seluruh komponen untuk kembali merajut persatuan dan persaudaraan di Momentum Hari Sumpah Pemuda.

"Jangan sampai isi Sumpah Pemuda dibalik menjadi para pemuda bersatu berikan sumpah serapah buat predator politik yang gila atau ngebet berkuasa halalkan segala cara," kata Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Minggu (28/10/2018).

Menurut dia, Sumpah Pemuda harus bisa mengatasi segala permasalahan yang ada di Indonesia. Sehingga, seluruh warga Indonesia khususnya para pemuda bisa berperan aktif memberikan nilai positif untuk negeri ini.

(Baca Juga: Jokowi Ajak Para Pemuda Bergandeng Tangan Majukan Indonesia)

Willy menambahkan, para pemuda harus bisa fokus mengatasi masalah sosial seperti perubahan iklim dari pancaroba ke musim hujan guna antisipasi banjir khususnya Jakarta di beberapa titik, bersihkan selokan air dari sampah dan saling gotong-royong.

"Karena kami khawatir ada sisa sampah bekas bendera HTI berserakan yang nantinya memicu pecah belah bangsa," tandas Willy.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR, Ahmad Saroni mengatakan, pemuda harus menjadi garda terdepan yang mewaspadai upaya pecah belah di Indonesia.

“Semangat sumpah pemuda yang diikrarkan 90 tahun lalu harus terus tertanam di benak kita. Satu Tumpah Darah, Satu bangsa, Satu Bahasa, memiliki makna yang mendalam yaitu persatuan untuk Indonesia. Jiwa NKRI harus tertanam selalu, khususnya kaum muda sebagai penerus bangsa,” kata Sahroni kepada wartawan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini