nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usul Pemangkasan Anggaran DPR Bisa Ciptakan Efisiensi dan Efektivitas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 28 Oktober 2018 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 28 337 1970061 usul-pemangkasan-anggaran-dpr-bisa-ciptakan-efisiensi-dan-efektivitas-XXn3Fwzu5f.jpg DPR RI (Foto: Ist)

JAKARTA - Usulan pemangkasan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengemuka. Salah satu tujuannya, agar menciptakan efisiensi dan mendorong efektivitas kerja parlemen.

Hal itu diamini Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Menurutnya, implementasi penggunaan anggaran harus dengan dua pendekatan, yakni efektif dan efisiensi.

Titi menegaskan, bila ada usulan tersebut dari salah satu partai politik, maka seharusnya partai politik lainnya turut mendukung.

"Kalau saya harusnya partai mendukung. Kan itu untuk kepentingan orang banyak. Di era teknologi dan keterbukaan informasi cara lebih efektif dan efisien mudah dilakukan. Harusnya yang bisa diefisiensi harus dilakukan," ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Gedung DPR

Wakil rakyat yang dipilih rakyat, sambung Titi, sudah semestinya mencari solusi dari setiap permasalahan yang di hadapi rakyat, dimulai dengan memberikan pelayanan publik dan parlemen bersih.

"Mestinya, orientasinya pelayanan publik dan parlemen bersih. Harusnya gagasan parlemen bersih antikorupsi harus kita dorong," tuturnya.

(Baca Juga: Apa Enaknya Jadi Anggota DPR?)

Titi juga menyinggung mengenai pendanaan partai politik. Ia mendukung, kalau ada penguatan alokasi anggaran negara untuk partai politik. Sehingga, partai politik tidak membebani kadernya baik di eksekutif maupun legislatif.

Seperti diketahui, usulan pemangkasan anggaran DPR mencuat, misalnya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPP PSI Tsamara Amany menilai karena komitmen kader partai politik terhadap pemberantasan korupsi masih menjadi menjadi persoalan. Kemudian, proses rekruitmen kader partai politik selalu bersinggungan dengan "mahar politik.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini