nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi OTT DPRD Kalteng dan Petinggi Anak Usaha Sinar Mas Terkait Pembuangan Limbah

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 17:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 27 337 1969778 kronologi-ott-dprd-kalteng-dan-petinggi-anak-usaha-sinar-mas-terkait-pembuangan-limbah-Bg0iC7paUB.jpg Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief (kanan) dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers soal OTT anggota DPRD Kalteng, Sabtu (27/10/2018). (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan suap Komisi B DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dalam bidang perkebunan, kehutanan, penambangan dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalteng tahun 2018. Pengawasan ini terkait dengan pembuangan limbah ke Danau Sembuluh, Kalimantan Tengah yang dilakukan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP). 

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan penangkapan terhadap sejumlah anggota Komisi B DPRD Kalteng dan petinggi PT BAP dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, dilakukan kemarin, Jumat 26 Oktober 2018.

"Tim KPK melakukan pengecekan atas informasi pertemuan antara pihak PT BAP dengan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan kawan-kawan dan rencana penyerahan uang," kata Syarif dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat konferensi pers soal OTT DPRD Kalteng. (Foto : Bayu Septianto/Okezone)

Tim penindakan KPK mengawali kegiatan dengan menangkap lebih dahulu Bagian Keuangan PT BAP Tira Anastasya, anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah, sekira pukul 12.45 WIB, di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dari lokasi tim KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp240 juta di dalam kantong plastik berwarna hitam.

"Ketiganya kemudian langsung dibawa ke Kantor KPK," jelasnya.

Beberapa jam kemudian, tim penindakan KPK bergerak menuju Gedung Sinar Mas, kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut diamankan empat petinggi Sinar Mas, yakni Direktur PT BAP sekaligus Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk Edy Saputra Suradja, Direktur PT BAP Feredy, CEO PT BAP wilayah Kalimantan Tengah bagian Utara Willy Agung Adipradha, dan Direktur Utama PT SMART Tbk Jo Daud Dharsono. 

Tim KPK kemudian menangkap Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, sekitar pukul 16.00 WIB, di sebuah hotel di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 

Setelah itu, sekitar pukul 19.00 WIB, tim KPK menciduk Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Pinding LH Bangkan dan empat anggota Komisi B DPRD Kalteng di daerah Karet Bivak, Jakarta Pusat. Selanjutnya anggota Komisi B DPRD Kalteng ASE, pukul 21.00 WIB, menyerahkan diri ke KPK.

"Sekitar pukul 21.00 ASE, Anggota Kamisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendatangi Gedung KPK," jelasnya.

(Baca Juga : KPK Tetapkan Wadirut Sinar Mas Agro Resources dan 4 Anggota DPRD Kalteng Tersangka)

Total terdapat 14 orang yang diamankan dan menjalani pemeriksaan hingga saat ini. Dari hasil penyidikan 7 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Rinciannya, 4 anggota DPRD Kateng sebagai penerima suap, yaitu Mereka yakni Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng; Borak Milton (BM), Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng; Funding LH Bangkan (PUN) , dua Anggota Komisi B DPRD Prov Kalteng; Arisavanah (A) dan Edy Rosada (ER).

(Baca Juga : Suap DPRD Kalteng Terkait Pengawasan Pembuangan Limbah ke Danau Sembuluh)

Sementara itu, tiga orang lainnya dari pihak swasta ditetapkan menjadi tersangka pemberi suap. Mereka yakni Edy Saputra Suradja; Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) atau Wakil Direktur Utama PT SMART. Tbk (PT Sinar Mas Agro Resources and Technology, Willy Agung Adipradhana; CEO PT BAP Wilavah Kalimantan Tengah bagian Utara, dan Teguh Dudy Syamsury Zaldy; Manajer Legal PT BAP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini