nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan Wadirut Sinar Mas Agro Resources dan 4 Anggota DPRD Kalteng Tersangka

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 17:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 27 337 1969767 kpk-tetapkan-wadirut-sinar-mas-agro-resources-dan-4-anggota-dprd-kalteng-tersangka-QLUC3qMRS4.jpg Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat konferensi pers soal OTT Anggota DPRD Kalteng. (Foto : Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah anggota DPRD Kalimantan Tengah, di Jakarta, Jumat 26 Oktober 2018 kemarin.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan operasi tangkap tangan ini terkait dengan penerimaan hadiah atau janji terkait tugas dan fungsi pengawasan DPRD dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan dan Iingkungan hidup di Pgmerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018.

Laode mengatakan dari 14 orang yang diamankan, tujuh diantaranya ditetapkan menjadi tersangka. Empat tersangka merupakan anggota DPRD Kalimantan Tengah yang berperan sebagai penerima suap.

Mereka yakni Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng; Borak Milton (BM), Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng; Funding LH Bangkan (PUN), dua Anggota Komisi B DPRD Prov Kalteng; Arisavanah (A) dan Edy Rosada (ER).

"Sebagai pihak yang diduga penerima: BM, PUN, A, dan ER disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tundak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ujar Laode di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

Sementara itu, tiga orang lainnya dari pihak swasta ditetapkan menjadi tersangka pemberi suap. Mereka yakni Edy Saputra Suradja; Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) atau Wakil Direktur Utama PT SMART. Tbk (PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology, Willy Agung Adipradhana; CEO PT BAP Wilavah Kalimantan Tengah bagian Utara, dan Teguh Dudy Syamsury Zaldy; Manajer Legal PT BAP.

"Sebagai pihak yang diduga pemberi: ESS, WAA dan TD disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasa! 13 Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tandak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP," jelas Laode.

(Baca Juga : Kena OTT KPK, 14 Anggota DPRD Kalteng Masih Diperiksa Intensif)

KPK masih menumggu kehadiran tersangka Teguh Dudy yang belum tertangkap.

"Terhadap tersangka TD, Manajer Legal PT BAP kami imbau untuk menyerahkan diri ke KPK. Penyidik akan mengagendakan pemenksaan awal Senin depan," tukasnya.

(Baca Juga : OTT Anggota DPRD Kalteng Diduga Terkait Limbah Perusahaan di Danau Sembulu)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini