nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Area Rawan Korupsi yang Harus Dihindari Kepala Daerah

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 27 337 1969679 7-area-rawan-korupsi-yang-harus-dihindari-kepala-daerah-0aJ8xuoPEP.jpg Setditjen Otonomi Daerah Kemendagri (Foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik Piliang mengatakan ada tujuh area rawan korupsi yang selalu diwanti-wanti Kemendagri agar kepala daerah tak tersangkut kasus korupsi.

Area rawan korupsi pertama adalah perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kemudian, penarikan neraca dan distribusi soal pengadaan barang dan jasa.

"Walaupun sudah ada regulasi yang jelas tetapi tetap ada ruang bagi pelaku korupsi," kata Akmal dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema 'Kepala Daerah Terjerat, Siapa Tanggung Jawab' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2018).

Area wilayah potensial korupsi lainnya yakni persoalan dana hibah dan bantuan sosial. Selain itu pendanaan perjalanan dinas juga rawan dikorupsi oleh kepala daerah dan perangkat daerah lainnya.

Persoalan perizinan dan terakhir soal mutasi jabatan juga rawan terjadi. Mutasi jabatan kerap dijualbelikan oleh oknum kepala daerah untuk meraup keuntungan pribadi, seperti yang pernah dilakukan mantan Bupati Klaten Sri Hartini dan Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadi Sastra.

"Kepala daerah punya banyak kewenangan dan otoritas yang harus diawasi. Karena punya ruang kemungkinan terjadi," jelasnya.

 

Meski akhir-akhir ini kepala daerah kerap menjadi sasaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kemendagri selalu memastikan bahwa pelayanan publik tidak terganggu. Kemendagri langsung bergerak cepat dengan menunjuk pelaksana tugas begitu kepala daerah ditetapkan tersangka dan ditahan oleh KPK.

"Kami pemerintah memastikan, proses pelayanan publik yang merupakan tanggung jawab daerah berjalan," tukas Akmal.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini