nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko PMK Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui Revolusi Mental

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 26 Oktober 2018 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 26 337 1969507 menko-pmk-fokus-tingkatkan-pelayanan-publik-melalui-revolusi-mental-aU5UPHx22E.jpg Menko PMK buka PKN Revolusi Mental (Foto: Arie/Okezone)

MANADO - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Puan Maharani mengatakan masih ada tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia kedepannya berkaitan dengan revolusi mental. Salah satunya, terkait pelayanan publik.

Puan berharap ada peningkatan pelayanan publik ‎kedepannya melalui revolusi mental. Sehingga, ada kerja nyata yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka revolusi mental.

"Jadi inovasi-inovasi yang dilakukan oleh semua Kementeriaan, lembaga pusat hingga sampai pemerintahan daerah yang berhubungan dengan pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan yang memberikan pelayanan publik lebih baik dan melakukan inovasi itu yang dinamakan revolusi mental," kata Puan usai membuka Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di Lapangan KONI Sario, Manado, Jumat (26/10/2018).

‎Politikus PDI-Perjuangan ‎tersebut juga mencontohkan salah satu program revolusi mental yang berhasil dilakukan yakni ketika adanya perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Dimana, dalam kegiatan tersebut banyak budaya baik yang patut dipertahankan.

"Waktu kita melaksanakan Asian Games, disana kita sudah mulai melihat bagaimana gerakan mengantri itu dilakukan, bagaimana budaya mengantri, bagaimana budaya membuang sampah, bagaimana kemudian rasa nasionalisme kita lakukan disaat mendukung atlit-atlit kita di Asian Games maupun Asian Para Games itu merupakan revolusi mental," ungkapnya.

Puan tidak membantah memang ada kesulitan untuk menerapkan revolusi mental kepada seluruh rakyat‎ Indonesia. Namun, revolusi mental penting dilaksanakan untuk perubahan Indonesia kedepan yang lebih baik.

"Dikatakan susah ya susah, tapi kita harus berusaha untuk bisa melakukannya dan harus dilakukan, karena ya itu salah satu cara Indonesia nantinya bisa berkompetisi dengan negara lain dengan perubahan-perubahan yang ada di pelayanan publik," terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini