nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter RS Pondok Indah Dipanggil KPK Terkait Pencucian Uang Adik Zulhas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 24 Oktober 2018 12:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 24 337 1968230 dokter-rs-pondok-indah-dipanggil-kpk-terkait-pencucian-uang-adik-zulhas-rCwILkPz1E.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Dokter Rumah Sakit Pondok Indah, Gatoet Soeseno masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Dokter Gatoet Soeseno akan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tindak pidana pencucian uang Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan.

Selain Dokter Gatoet Soeseno, penyidik juga memanggil saksi lainnya yakni, Direktur PT Arto Sugih Abadi Suliyanto, dua pihak swasta yakni Rendy Zenata dan Rudi Topan, serta saksi bernama Andi Ahmad Yani. Mereka juga akan diperiksa untuk Zainuddin Hasan.

(Baca Juga: KPK Sita Ruko hingga Moge Terkait Pencucian Uang Adik Zulkifli Hasan) 

"Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan TPPU ZH (Zainuddin Hasan)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018).

  

Sebelumnya, KPK telah menetapkan adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainudin melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainudin melalu Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

Atas perbuatannya, Zainudin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga: KPK Telusuri Seluruh Aset Adik Zulkifli Hasan)

Zainuddin Hasan sendiri telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. ‎ Zainudin Hasan dan kroni-kroninya‎ diduga menerima suap sebesar Rp56 miliar dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR.

Dalam perkara suap, Zainuddin Hasan ditetapkan sebagai tersangka bersama‎ tiga orang lainnya. Tiga tersangka tersebut yakni, Anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini