Kronologi Penangkapan Tersangka Narkoba hingga Pembakaran Mapolsek Bendahara Aceh Tamiang

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 24 Oktober 2018 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 24 337 1968205 kronologi-penangkapan-tersangka-narkoba-hingga-pembakaran-mapolsek-bendahara-aceh-2WBZNhSuj9.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Polri membeberkan kronologi peristiwa penangkapan tersangka narkoba sampai dibakarnya Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh oleh sekelompok masyarakat. Pasalnya, aksi massa itu dipicu oleh operasi penangkapan yang menyebabkan terduga kasus narkotika itu tewas.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pemicu pembakaran kantor polisi itu, bermula ketika aparat Polsek Bendahara melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga sebagai pengedar sabu berinisial AY (31) di kawasan Gempong Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, Selasa dini hari.

(Baca Juga: Ini Pemicu Mapolsek Bendahara Aceh Dibakar Massa) 

Ketika itu, AY ditangkap saat tengah transaksi. Dalam operasi yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Bendahara Ipda Iwan Wahyudi itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 2 gram.

Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh Dibakar Massa (foto: Ist)Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh Dibakar Massa (foto: Ist) 

Ketika diperiksa, pelaku mengaku masih menyimpan barang bukti narkotika jenis lainnya. Setelah mendengar itu, petugas melakukan pengembangan dengan membawa tersangka sekitar pukul 04.00 dini hari.

"Ada 3 anggota yang pergi mengambil barang bukti lain, yakni Brigadir AM, Brigadir DDS dan Brigadir PS. Mereka berangkat menggunakan mobil patroli yang saat itu tersangka duduk di tengah, yang menyetir yakni Brigadir AM," kata Dedi, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Dalam perjalanan, kronologi versi polisi, tersangka mencoba melarikan diri dengan mencekik leher seorang aparat kepolisian yang sedang mengemudikan mobil. Akibatnya, mobil menabrak trotoar karena hilang kendali. Saat itu juga terjadi pergumulan antara petugas dan pelaku.

"Setelah cekikan tersangka lepas, tersangka berusaha melarikan diri, namun sempat disergap oleh Brigadir PS," tutur Dedi.

Setelah melewati perlawanan, akhirnya petugas menemukan barang bukti narkoba lainnya yang disimpan terduga pelaku dikubur dalam tanah. Selanjutnya petugas dengan membawa tersangka berikut barang bukti yang ditemukan kembali ke Mapolsek Bendahara untuk penyidikan lebih lanjut.

Setiba di Polsek, tersangka AY diberi makan oleh seorang petugas polisi. Namun setelah makan, pelaku merasa pusing dan langsung tidak sadar. Alhasil, petugas langsung membawa pelaku ke Rumah Sakit (RS) terdekat.

Pihak rumah sakit merujuk tersangka ke RSU Aceh Tamiang menggunakan ambulans. "Setiba di rumah sakit, langsung ditangani namun nyawa pelaku tidak tertolong. Kapolsek juga hadir di rumah sakit saat itu," ujar Dedi.

Setelah tersiarnya kabar tersebut, kata Dedi, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Bendahara. Mereka kemudian merusak dan membakar Mapolsek Bendahara untuk meluapkan amarah atas tewasnya salah satu warga Gampong Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang.

(Baca Juga: Tersangka Narkoba Tewas, Kapolsek Bendahara Aceh Dicopot) 

Akibatnya, sejumlah ruangan hangus dan rusak. Beberapa kendaraan operasional petugas kepolisian juga ikut dibakar massa. Situasi berangsur kondusif setelah Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Munzir menemui warga dan mengajaknya dialog sesaat setelah pembakaran.

Seluruh anggota Polsek Bendahara yang terlibat dalam penanganan kasus narkoba tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Aceh Tamiang untuk diperiksa. Sementara Kapolsek Bendahara Ipda Iwan Wahyudi langsung dicopot atas instruksi Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak.

Selain itu, kepolisian juga masih menyelidiki penyebab kematian tersangka AY. "Kapolsek sudah dicopot langsung oleh Kapolda, saat ini masih diproses mereka semua," tutup Dedi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini