Wiranto: Kabar Pembakaran Bendera HTI Meluas dengan Pendapat yang Mengadu Domba

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 23 Oktober 2018 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 23 337 1967874 wiranto-kabar-pembakaran-bendera-hti-meluas-dengan-pendapat-yang-mengadu-domba-1X1L2o50oW.jpg Wiranto saat jumpers di Kantor Kemenko Polhukam (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjelaskan bahwa peristiwa pembakaran bendera HTI yang terjadi pada peringatan hari santri 22 Oktober 2018 di Lapangan Limbangan Kabupaten Garut, menyebar luas secara masif dengan pendapat yang cenderung mengadu domba.

"Peristiwa tersebut telah berkembang secara meluas dengan berbagai pendapat yang cenderung mengadu domba antar-ormas, bahkan antar-umat beragama yang dapat menimbulkan terjadinya pro dan kontra di tengah masyarakat, yang pada akhirnya hanya akan mengusik persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara," kata Wiranto

"Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah dalam rangka menjaga stabilitas di masyarakat," imbuhnya.

Langkah pertama untuk menjaga persatuan tersebut, jelas Wiranto, pemerintah melakukan rapat koordinasi yang dihadiri Kapolri, Jaksa Agung, Kemendagri, Kemenkumham, MUI dan Perwakilan PBNU di Kantor Kemenkumham, Selasa (23/10/2018).

"Rapat ini untuk membedah secara transparan apa yang sesungguhnya terjadi," ungkap Wiranto.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 02.05 menit di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ada seseorang berbaju Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

(Baca Juga: Polisi: Bendera Tauhid Dibakar karena Hendak Diinjak-injak)

Belasan orang diduga anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini