Kiai Ma'ruf: Santri Milenial Jangan Tunduk Pada Pandangan 'Indonesia Akan Bubar'

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 23 Oktober 2018 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 23 337 1967773 kiai-ma-ruf-santri-milenial-jangan-tunduk-pada-pandangan-indonesia-akan-bubar-mSoMBRTol9.jpg KH Ma'ruf Amin (foto: Okezone)

PALANGKARAYA - Para santri diminta untuk tak tunduk pada pandangan pesimistik yang menyebut Indonesia akan bubar. Sebaliknya, santri harus memiliki fighting spirit untuk membangun diri dan berprestasi demi Indonesia yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Mustasyar PB Nahdatul Ulama (NU), KH Ma'ruf Amin, dihadapan santri dan ulama yang berkumpul untuk merayakan Hari Santri Nasional di Asrama Haji Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (23/10).

KH Maruf Amin (foto: Ist) 

"Bagi yang pesimistik, katanya Indonesia akan bubar," kata Kiai Ma'ruf.

(Baca Juga: KH Ma'ruf Amin Hadiri Perayaan Hari Santri di Palangkaraya) 

"Padahal, kita harus memanfaatkan milestones yang sudah disiapkan oleh Pak Jokowi. Kalau ini kita manfaatkan, Indonesia bisa tinggal landas," lanjut Kiai Ma'ruf.

Kata Kiai Ma'ruf, para santri harus bisa menjadi sumber daya manusia yang tangguh, memiliki kompetensi dan semangat tinggi dalam membangun Indonesia.

Dia lalu bercerita soal semangat tangguh para atlit Indonesia yang berlaga di Asian Games dan Asian Para Games 2018 lalu. Awalnya para atlit ditarget untuk tak mendapatkan banyak medali emas maupun peringkat baik. Belakangan, dengan fighting spirit yang tinggi, para atlit justru melipatduakan perolehan emas dari target awal. Di Asian Games, Indonesia menjadi peringkat keempat.

"Kita harus memiliki fighting spirit yang tinggi seperti itu," kata Kiai Ma'ruf.

Maka para santri harus menyiapkan diri ke depan. Para santri harus mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi nasional. Kiai Ma'ruf mengajurkan agar selain mampu membaca ayat Alquran, para santri harus bisa membaca tata kehidupan masyarakat.

(Baca Juga: Ma'ruf Amin: Santri Harus Berperan Penting bagi Negara) 

"Para santri harus mampu membaca situasi, keadaan politik, ekonomi, dan sosial budaya. Bukan hanya membaca, tapi mencarikan solusi untuk menguraikan dan menyelesaikan problem di masyarakat," kata Kiai Ma'ruf.

"Santri milenial masa depan harus punya kemampuan dan semangat yang tinggi. Inilah yang harus kita bangun, jadikan inspirasinya dari Hari Santri ini," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini