Share

Jokowi: Masa Presiden Disuruh Loncat Pakai Motor

Taufik Budi, Sindo TV · Minggu 21 Oktober 2018 03:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 21 337 1966772 jokowi-masa-presiden-disuruh-loncat-pakai-motor-I2ZkixU9QG.jpg Presiden Jokowi di Semarang (Foto: Taufik Budi/iNews)

SEMARANG – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Itqon Kelurahan Tlogosari Wetan, Semarang, Jawa Tengah, mendapat sambutan antusias ribuan santri. Selain berpesan menjaga kerukunan dan persatuan, santri juga diminta tak mudah gagal paham.

Mantan Wali Kota Solo itu menceritakan tentang kontroversi pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Pasalnya, atraksi Presiden Jokowi memakai pemeran pengganti atau stuntman dalam beberapa adegan mengendarai motor gede mendapat sorotan lawan politik.

“Waktu saya naik motor, pada senng saya naik motor ya?” kata Jokowi, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan santri, Sabtu (20/10/2018).

“Tapi ini stuntman, pemeran pengganti, bukan saya. Itu saja banyak yang ramai kan? Itu pemeran pengganti. Masa presiden pakai pemeran pengganti? Lah masa presiden suruh lompat kaya gitu, ada-ada saja. Ya mesti pemeran pengganti lah, wong namanya ini hiburan dan pertunjukan untuk pembukaan Asian Games,” beber Jokowi kepada para santri.

(Baca Juga: Peringati Hari Santri, Jokowi Minta Ukhuwah Islamiyah Terus Dijaga)

Untuk itu santri dan santriwati juga harus cerdas dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat termasuk media sosial. Apalagi, dalam ajaran Islam terdapat tabayun atau konfirmasi dan klarifikasi sehingga tak mudah terprovokasi kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, Jokowi menilai perhelatan Asian Games dan Asian Para Games menjadikan Bangsa Indonesia menunjukkan jati dirinya. Berkat kerja keras seluruh elemen bangsa dua perhelatan olahraga bergengsi tingkat internasional itu bisa berjalan lancar, dan Indonesia meraih prestasi gemilang.

“Kemarin waktu Asian Games, Asian Para Games semua pesimis kalau kita tidak bisa masuk lima besar, tapi alhamdulillah berkat kerja keras semuanya kita bisa ranking 4 untuk Asian Games, dan peringkat 5 Asian Para Games,” terangnya.

Dia menyampaikan, saat laga sejumlah cabang olahraga semua rakyat memberi dukungan tanpa melihat latar belakang sang atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa. Mestinya semangat tersebut terus dibawa agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar.

“Coba kita lihat waktu badminton, apa ada yang lihat itu agamanya apa, sukunya apa? Itu kan enggak ada. Hanya untuk satu yaitu Merah Putih, Indonesia Raya, negara kita tercinta. Waktu silat enggak ada yang menanyakan itu pesilat dari daerah mana, dari suku mana? Enggak ada. Inilah yang dibutuhkan negara ini sebuah persatuan yang kuat, kerukunan yang kuat,” tegas Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini