nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Ruko hingga Moge Terkait Pencucian Uang Adik Zulkifli Hasan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 19:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 337 1966402 8206-kpk-sita-ruko-hingga-moge-terkait-pencucian-uang-adik-zulkifli-hasan-l5FK18XVQE.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan. Aset tersebut diduga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) Zainuddin Hasan yang merupakan adik Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Adapun aset yang disita tim penyidik yakni, satu unit ruko dan delapan bidang tanah dengan nilai saat harga transaksi sekitar Rp7,1 miliar. Selain itu, penyidik juga menyita alat transportasi di antaranya, satu unit motor gede (moge) Harley Davidson, satu mobil Toyota Vellfire, serta sebuah speedboat.

"KPK telah melakukan penyitaan pada tanggal 15-18 Oktober 2018 terhadap seluruh aset yang diduga milik ZH yang diatasnamakan keluarga," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

Zainuddin Hasan 

Ditambahkan Febri, pihaknya juga telah memeriksa 23 saksi untuk proses penyidikan TPPU Zainuddin Hasan. 23 saksi tersebut di antaranya, Anggota DPRD Lampung , Kadis Perhubungan Pesisir Barat, Plt Kadis PUPR Lampung Selatan, Kadis Pendidikan Lampung Selatan, serta pengurus Baznas Lampung Selatan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Zainuddin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainuddin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainuddin melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainuddin melalu Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

Atas perbuatannya, Zainuddin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini