nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Klaim Jadi Korban Persekusi, Ahmad Dhani Akan Melapor ke Bareskrim

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 19 337 1966173 klaim-jadi-korban-persekusi-ahmad-dhani-akan-melapor-ke-bareskrim-Tv1hDZddTE.jpg Politisi Gerindra, Ahmad Dhani (foto: Okezone)

JAKARTA - Musisi sekaligus politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetio akan membuat laporan ke Bareskrim setelah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian di Polda Jatim.

Dhani mengklaim sebagai korban persekusi saat menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

"Iya (nanti di) Bareskrim jam 13.30 WIB," kata Dhani saat dikonfirmasi, Jumat (19/10/2018).

(Baca juga: Dijadikan Tersangka, Ahmad Dhani: Ini Kriminalisasi!)

(Baca juga: Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Gerindra Pastikan Beri Bantuan Hukum)

 dhani

Suami dari Mulan Jameela itu akan melaporkan pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pernyataan 'idiot' yang disampaikanya di media sosial (medsos).

"Yang GR (gede rasa) disebut idiot," kata dia.

Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim resmi menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka lantaran dianggap melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Kasus tersebut merupakan buntut dari ujaran 'idiot' yang dilayangkan Ahmad Dhani kepada massa yang menggelar aksi penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya.

 dhani

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penetapan Dhani sebagai tersangka karena polisi telah menemukan alat bukti melalui serangkaian pemeriksaan saksi dan ahli.

"Sudah ada alat bukti kuat sehingga kita tetapkan tersangka. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi ahli, ahli bahasa, ahli pidana dan saksi-saksi lain juga," kata Barung.

Dhani dijerat Pasal 28 Ayat (2) Jo 45A ayat (2) dan atau 27 Ayat (3) serta Pasal 45 ayat (3) Undang undang Nomor 19 Tahun 2016 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman minimum enam tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini