nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Peluru Nyasar, Wenny Warouw Usul Bangun Tembok Tinggi di Lapangan Tembak

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 07:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 337 1966033 soal-peluru-nyasar-wenny-warouw-usul-bangun-tembok-tinggi-di-lapangan-tembak-dpgyMkOnCw.jpg Anggota Komisi III DPR, Wenny Warouw (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi telah menyimpulkan bahwa penembakan di gedung DPR RI merupakan peluru nyasar yang berasal dari Lapangan Tembak. Ia pun meminta agar di lokasi latihan tembak itu dibangunkan tembok yang tinggi agar peluru tidak keluar dan nyasar kemana-mana.

Wenny mengatakan, sebenarnya ia tidak percaya dengan kesimpulan polisi yang menyebut sebagai peluru nyasar. Akan tetapi usulan itu dianggapnya perlu karena memang jarak Lapangan Tembak sangat dekat dengan gedung DPR yang bangunannya sangat tinggi.

"Saya beri solusi supaya tidak makan uang banyak kalau bisa itu diberikan pengamanan yang betul-betul aman, untuk tidak keluar buatlah tembok yang agak tinggi," kata Wenny kepada Okezone, Jumat (19/10/2018).

Alasan yang kedua, sebelumnya juga pernah ada peluru di gedung DPR RI yang disebut peluru nyasar dari Lapangan Tembak. Kasus itu tepatnya terjadi pada 2 Oktober 2017 silam, saat itu peluru menembus ruang kerja eks Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di lantai 8.

Selain di Lapangan Tembak, Purnawirawan polisi itu mengusulkan pembangunan tembok tinggi di area gedung DPR RI, sehingga tidak perlu mengganti kaca jendela dengan kaca anti peluru jika hanya untuk mengantisipasi adanya insiden peluru nyasar.

"Kemudian juga di DPR dibangun tembok agak tinggi supaya tidak beli kaca anti peluru, tidak mindahin Lapangan Tembak. Ini untuk keamanan bersama biar orang umum juga tidak terancam kalau lewat di daerah situ," pungkas politikus Gerindra itu.

(Baca Juga: Tembakan ke Gedung DPR Apa Benar Peluru Nyasar?)

Sebelumnya diberitakan, penembakan terjadi pada Senin 15 Oktober kemarin sekira pukul 14.45 WIB. Peluru mennembus ruang kerja Wenny Waraouw, serta jendela ruangan milik Anggota DPR dari Fraksi Golkar fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

Dua hari kemudia, pada Rabu 17 Oktober kemarin ditemukan lagi tiga peluru, masing-masing di ruang kerja anggota 10 Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Didik Mukriyanto lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

(Baca Juga: Penjelasan Polisi soal Peluru Bisa Nyasar ke Ruang Kerja Anggota DPR)

Pelaku pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing seorang PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY. Polisi menyimpulkan peluru di gedung DPR RI itu peluru nyasar yang berasal dari pistol pelaku saat latihan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini