nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Pastikan Lapangan Tembak Senayan Masih Ditutup Pasca-Peluru Nyasar ke DPR

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 13:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 18 337 1965706 polri-pastikan-lapangan-tembak-senayan-masih-ditutup-pasca-peluru-nyasar-ke-dpr-x33CxSzo8n.jpg Bekas peluru yang menyasar ruang kerja anggota DPR. (Foto: Ist)

JAKARTA – Polri memastikan Lapangan Tembak Senayan masih ditutup sementara menyusul adanya lima peluru menyasar ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, beberapa hari ini.

"Iya cuma Senin kemarin saja dibuka, setelah itu dilarang untuk digunakan," papar Kepala Bidang Pusat Balistik Metalurgi Laboratorium Forensik Polri Kombes Ulung Kanjaya kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

Ia menyebutkan pihaknya belum mengetahui kapan Lapangan Tembak Senayan akan kembali dibuka. Apalagi, buntut peluru nyasar ke Gedung DPR membuat resah anggota dewan lantaran khawatir akan terdapat peluru nyasar lagi nantinya.

(Baca juga: Sudah 4 Ruang Kerja Anggota DPR Diterjang Peluru)

Bahkan, beberapa anggota DPR meminta lapangan tembak direlokasi. Maka itu, agar nantinya dibuka lagi, pengelola harus memastikan semua prosedur keamanan di Lapangan Tembak Senayan berfungsi dengan baik, sehingga tidak ada lagi kejadian peluru nyasar.

"Pokoknya nanti Kapolri bilang sama DPR bilang buka ya buka. Bukanya juga harus dalam keadaan yang aman. Itu harus diubah supaya enggak ada peluru nyasar lagi. Harus diperbaiki. Dibuat loring. Jadi kalau ada peluru yang ke atas, tetap di ruangan itu," terang Ulung.

Peluru ditemukan menerjang ruang kerja anggota DPR. (Foto: Ist)

Sebagaimana diberitakan, dua peluru nyasar mengenai Gedung DPR pada Senin 15 Oktober 2018, sekira pukul 14.45 WIB. Peluru menembus ruang kerja dua anggota Komisi III DPR RI yakni Wenny Waraouw dari Fraksi Partai Gerindra di ruangan 1313 serta jendela ruangan milik anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 16.

(Baca juga: Polri Sebut Ada 5 Tembakan ke Gedung DPR, tapi Peluru yang Ketemu 4)

Dua hari kemudian, Rabu 17 Oktober, kembali ditemukan lagi tiga peluru. Masing-masing di ruang kerja anggota Fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Didik Mukriyanto di lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

Dua orang pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY.

Polisi menyimpulkan proyektil di Gedung DPR itu peluru nyasar yang berasal dari pistol para pelaku saat latihan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini