nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fayakhun Akui Dapat Jatah Rp12 Miliar dari Proyek Bakamla

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 18:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 17 337 1965357 fayakhun-akui-dapat-jatah-rp12-miliar-dari-proyek-bakamla-iGDPGzM4RH.jpg Fayakhun Andriadi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor (Foto: Harits Tryan)

JAKARTA - Fayakhun Andriadi, terdakwa kasus dugaan kasus suap proyek pengadaan satelit monitoring milik Bakamla mengakui bahwa dirinya menerima suap Rp12 miliar.

Fayakhun mengatakan, uang suap Rp12 miliar tersebut diberikan oleh Direktur Manajer PT Rohde and Schwarz, Erwin Arief sebagai kompensasi membantu mengupayakan proyek Satelit Monitoring agar dianggarkan.

“Erwin (Erwin Arief/Direktur Manajer PT Rohde and Schwarz) mengatakan itu dari Fahmi (Darmawansyah), 1 persen (dari kontrak proyek) atau setara Rp12 miliar,” tutur Fayakhun di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

 Fayakhun Andriadi

Lalu, Fayakhun menceritakan jika uang pemberian tersebut untuk membantu karier politiknya. Sehingga ia pun tak menolak diberikan hadiah fee senilai Rp12 miliar itu.

“Saya meng-iyakan aja namanya juga bantuan,” papar Fayakhun.

(Baca Juga: Anak Buah Fayakhun Akui Serahkan Uang Rp800 Juta ke Politikus Golkar)

Sebagaimana diketahui, dalam perkara ini, Jaksa penuntut telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar USD911.480. Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memfloating penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, politikus Golkar itu didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini