Jaksa KPK Minta Mahkamah Agung Tolak PK Irman Gusman

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 17 Oktober 2018 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 337 1965199 jaksa-kpk-minta-mahkamah-agung-tolak-pk-irman-gusman-0mmP2vl0bG.jpg Sidang PK Irman Gusman di Pengadilan Tipikor Jakarta (Harits/Okezone)

JAKARTA - Jaksa penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan mantan Ketua DPD RI Irman Gusman atas vonis 4,5 tahun penjara karena menerima suap dari kuota impor gula.

Hal itu disampaikan dalam tanggapannya di sidang pengajuan PK Irman Gusman di Pengadilan Tipikor Jakarta. “Kami mohon majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak seluruh alasan PK dari Irman Gusman atau tidak diterima,” ujar Jaksa KPK, Dame Maria Silaban, Rabu (17/10/2018).

Jaksa berpendapat, PK Irman Gusman sama sekali tak terdapat bukti baru (novum) ataupun kekhilafan hakim dalam melakukan putusan.

“Sehingga sangat tidak tepat menurut kami bila mendalilkan adanya kekhilafan hakim atau didalam memutus perkara pengajuan PK, sehingga dari perlakuan keberatan itu dipertimbangkan,” kata dia.

Oleh karena itu, sambung Dame, pihaknya menilai apa yang diajukan Irman sebagai pemohon PK tidak memenuhi unsur Pasal 263 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

“Sehingga ditolak atau tidak dapat diterima,” tukas dia.

 

Irman Gusman (kanan) bersama kuasa hukumnya (Harits/Okezone)

Irman Gusman sudah divonis 4,5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti bersalah menerima suap Rp 100 juta terkait kuota pembelian gula impor di Perum Bulog.

Suap itu diterima dari pasangan suami istri, Xaveriandy Sutanto dan Memi. Keduanya merupakan pengusaha gula asal Sumatera Barat. Hakim menyebut Irman telah mempengaruhi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti agar dapat memberikan kuota pembelian gula impor kepada Memi.

(Baca juga: Alasan Irman Gusman Ajukan PK)

Jejak Irman ini sebelumnya sudah dilakukan terpidana kasus korupsi lainnya seperti M Sanusi, Suryadharma Ali, Siti Fadilah, Jero Wacik, Anas Urbaningrum, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng, Suroso Atmomartoyo, Budi Susanto, Raoul Adhitya Wiranatakusumah, dan Tafsir Nurchamid. Selain itu, penyuap Patrialis Akbar, Ng Fenny dan Basuki Hariman mengajukan PK, namun sudah dicabut.

(Baca juga: Ajukan PK, Irman Gusman Miliki 3 Alat Bukti Baru)

Irman selanjutnya mengajukan PK ke Mahkamah Agung. Dalam sidang perdana PK di Pengadilan Tipikor Jakarta, pekan lalu, Irman mengaku memiliki tiga novum untuk dipertimbangkan MA agar meninjau kembali vonisnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini