nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Polisi soal Peluru Bisa Nyasar ke Ruang Kerja Anggota DPR

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 20:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 16 337 1964920 penjelasan-polisi-soal-peluru-bisa-nyasar-ke-ruang-kerja-anggota-dpr-ZWW7ED92QM.jpg Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Polisi menetapkan dua orang tersangka di balik peluru nyasar yang menembus ruang kerja Anggota DPR RI. Kedua tersangka, IAW dan RMY, mengaku tidak sengaja menembak peluru ke Gedung Parlemen.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, menjelaskan bagaimana peluru itu melesat ke gedung DPR RI. Pasalnya, pelaku yang berada di Lapangan Tembak itu menggunakan senjata api jenis Glock 17 yang telah dimodifikasi dengan auto switch.

"Sehingga saat pelatuk ditarik, senjata menjadi liar dan meletup ke atas," ungkap Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Awalnya, kedua tersangka menggunakan senjata api jenis Glock 17 dan AKAI costum yang belum dimodifikasi. Setelah beberapa kali tembakan, pelaku memasang alat di senjata auto switch sehingga sekali tarik pelatuk semua peluru bisa keluar.

Polisi memberikan keterangan pers soal peluru nyasar ke Gedung DPR. (Foto : Badriyanto/Okezone)

"Nah pada saat itu yang bersangkutan mengisi empat peluru, begitu ditembakkan semua naik ke atas, sehingga peluru itulah yang didapatkan di Gedung DPR. Karena memang perubahan itu dilakukan secara tiba-tiba sehingga kaget dan naik ke atas," pungkasnya.

Dengan alasan itu, polisi menetapkan kedua pelaku itu sebagai tersangka karena dianggap lalai, keduanya bukan anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), melainkan seorang PNS di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

(Baca Juga : 2 Tersangka Penembak Gedung DPR Ambil Senjata di Gudang Perbakin)

Sebelumnya diberitakan Okezone, penembakan terjadi pada Senin 15 Oktober kemarin sekira pukul 14.45 WIB. Peluru mengenai ruang kerja Anggota Komisi III Fraksi Gerindra Wenny Waraouw, saat itu sedang menerima tamu seorang pendeta bernama Hesky Roring dan polisi AKBP Ronal Rumondor.

Selain ruangan Wenny, peluru juga menembus jendela kamar tepatnya di nomor 1313, lantai 13 yang dihuni Anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama. Peluru itu mengenai jilbab Tenaga Ahli Bambang.

(Baca Juga : Polisi Pastikan 2 Penembak Ruang Kerja Anggota DPR Bukan Anggota Perbakin)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini