nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Anggota TNI Ditangkap BNN Langsung Diserahkan ke Kodam III Siliwangi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 17:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 16 337 1964844 2-anggota-tni-ditangkap-bnn-langsung-diserahkan-ke-kodam-iii-siliwangi-Dh3QF7UQ3y.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Roy Hansen mengatakan, dua anggota TNI AD yang diduga terlibat kasus narkoba telah diserahkan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada Kodam III Siliwangi untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

"Kalau dari pihak Kodam yang bersangkutan itu sudah dalam proses pengusutan dan penyidikan di Kodam III Siliwangi, di Pomdam," kata Roy, saat dikonfirmasi Okezone, Selasa, (16/10/2018).

(Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Dikendalikan Napi di Bekasi) 

BNN bersama dengan TNI berhasil mengamankan dua oknum TNI AD yakni Kopral Dua berinisial ED dan Praka berinisial RD dengan barang bukti sebanyak 63.500 butir ekstasi yang dikendalikan dari dalam Lapas Salemba.

Ilustrasi Narkoba (foto: Okezone) 

Penangkapan terhadap kedua tersangka sendiri dilakukan di wilayah Cilegon, Banten. BNN kemudian mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengamankan AS alias Meeng yang merupakan narapidana Rutan Salemba. Saat ini kedua tersangka telah diserahkan dan diselidiki oleh Pom TNI.

Roy mengatakan, penyerahan kedua tersangka tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan UU No 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer yang disesuaikan dengan lokasi dan waktu penangkapan.

"Pada saat penangkapan itu kan berada di wilayah Provinsi Banten Kodam III (Siliwangi) makanya Kodam I mengirimkan tersangka diantar langsung ke Kodam III oleh personil dari Pomdam I Bukit Barisan, sehingga pelimpahan proses penyelidikan berada di Kodam III, Siliwangi," paparnya.

Roy mengatakan, sesuai dengan arahan dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jendral Mulyono pihaknya akan menghukum secara tegas apabila terbukti bersalah.

"Kedua oknum tersebut akan di proses dan jika terbukit akan mendapatkan hukuman yang berat sesuai dengan ketentuan hukum bagi prajurit AD atau TNI," terangnya.

Roy menambahkan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan hal tentang bahaya narkotika dan hukumnya bagi para prajurit TNI. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan masih ada oknum yang berani terlibat.

(Baca Juga: Peredaran Sabu 6 Kg Lebih Asal Cina Berhasil Digagalkan) 

"Kalau dari Kodam I kita tetap melaksanakan fokus kedalam imbauan-imbauan, kemudian jam-jam komandan, kemudian penyampaian langsung baik kepada prajurit maupun keluarganya, kalau untuk keluar tetap bekerja sama dengan pihak kepolisian, kalau memang ada pihak kepolisian meminta razia-razia kita akan ikut khususnya Pom," terangnya

"Tapi tambahan kedalam kita lakukan P4GN itu selalu mengambil acak tiap personel untuk mengambil urine. Kita laksanakan insidentil kapan kita suka kalau kita lihat prajurit sudah aneh-aneh, nah kita cek urinenya ngacak dia sewaktu-waktu," pungkas Roy.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini