nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel 'Rayu' Indonesia Buka Hubungan Diplomatik, Ini 3 Syarat yang Harus Dipenuhi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 12:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 16 337 1964632 israel-rayu-indonesia-buka-hubungan-diplomatik-ini-3-syarat-yang-harus-dipenuhi-jTD3Nbdpbh.jpg PM Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra menanghapi pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu yang mengatakan hendak menjalin hubungan baik dengan Indonesia.

Menurut Supiadin, ada tiga syarat utama sebelum membuka hubungan dengan negara lain. Pertama adalah kesetaraan antara kedua negara.

"Ya saya kira itu tidak bisa begitu saja, kita tetap dalam hubungan diplomatik itu tidak boleh diabaikan. Dengan semangat politik kita yang bebas dan aktif itu kita perlu menjalin  hubungan diplomatik dengan negara manapun sepanjang ada kesetaraan," kata Supiadin di DPR, Selasa, (16/10/2018).

Foto: Reuters dan APWakil Sekretaris Partai NasDem itu mencontohkan, kesetaraan yang dimakud yakni bebas visa. Menurutnya, apabila Indonesia melakukan hal itu maka Israel juga harus melakukan hal yang sama.

"Kalau kita kasih dia bebas visa mereka juga kasih bebas visa juga dong ke kita, jangan dia mau bebas kunjungan ke Indonesia sementara kita tidak boleh. Sampai hari ini kita tidak melihat itu," ungkapnya.

(Baca juga: 6 Hal terkait Israel Ingin Jalin Hubungan Diplomatik dengan Indonesia)

Syarat kedua, lanjutnya, kedua negara harus bisa saling menghormati, sehingga hubungan baik dapat dibangun.

Sedangkan yang ketiga, hubungan itu menurut Supiadin 'harus saling menguntungkan bagi kedua negara'. Menurutnya, untuk apa membuka hubungan diplomatik jika tak saling menguntungkan.

Benyamin Netanyahu mengatakan keinginannya mendorong terjadinya hubungan diplomatik dengan Indonesia. Netanyahu mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting bagi Israel.

“Indonesia sangat, sangat penting bagi kami. Itu adalah negara yang sangat penting. Ini adalah salah satu negara terakhir di dunia yang tidak memiliki hubungan terbuka dan kuat dengan Israel. Sebagian besar negara melakukannya, ” kata Netanyahu pada konferensi internasional untuk jurnalis Kristen di Yerusalem sebagaimana dilansir Times of Israel, Senin (15/10).

Pernyataan Netanyahu itu disampaikan menjawab pertanyaan dari Monique Rijkers, aktivis pro-Kristen dari Jakarta yang meminta agar Israel membuka perbatasannya agar umat dari Indonesia dapat berkunjung secara bebas ke Tanah Suci. Pertanyaan itu diajukan sehubungan dengan masa-masa di mana Indonesia dan Israel saling melarang warganya berkunjung ke Jakarta dan Yerusalem.

"Saya akan berusaha untuk visa, saya akan melihat apa yang bisa saya lakukan," kata Netanyahu.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini