nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap Pengurusan Perizinan Proyek Meikarta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Oktober 2018 23:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 15 337 1964462 kronologi-tangkap-tangan-kasus-suap-pengurusan-perizinan-proyek-meikarta-0Yse2R0Rg8.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA ‎- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan terhadap sepuluh orang terkait kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Penangkapan tersebut dilakukan sejak Minggu, 14 Oktober hingga Senin, 15 Oktober 2018 di Bekasi dan Surabaya.

Sepuluh orang yang ditangkap tersebut, yakni ‎dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN).

Kemudian, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT),‎ Kepala Bidang Dinas Penerbitan dan Bangunan Dinas DPMPTSP, inisial S, Kabid Dinas Damkar inisial AB, staf Dinas DPMPTSP, inisial K, serta Mantan Kadis Lingkungan Hidup Bekasi, inisial D.

"KPK mengamankan total sembilan orang di Bekasi‎ dan satu di Surabaya," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018).

Foto/Okezone

Syarief membeberkan kronologis tangkap tangan di Bekasi dan Surabaya tersebut. Kata Syarief, pada 14 Oktober 2018, sekira pukul 10.58 WIB, tim mengidentifikasi penyerahan uang dari Taryadi kepada Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi.

Tim langsung mengamankan Taryadi di area Perumahan Cluster Bahama, Cikarang, sekira pukul 11.05 WIB. Di mobil milik Taryadi, KPK menyita uang sejumlah 90 ribu Dollar Singapura dan Rp23 juta.

Secara paralel, tim juga mengamankan Fitra Djaja di kediamannya di Surabaya dan langsung diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan awal. Saat itu, tim juga mengamankan Jamaludin di sebuah gedung di Bekasi.

Baca: KPK Amankan Uang Senilai Rp1,5 M dari OTT di Bekasi

Secara berturut-turut tim kemudian mengamankan Henry Jasmen, Sahat, Dewi, AB, D, K, dan S di kediamannya masing-masing. Seluruh pihak yang diamankan tersebut langsung dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

Foto/Sindonews

Terakhir, tim mengamankan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin pada Senin, (15/10/2018), malam. Saat ini, Neneng sedang dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

KPK juga telah menetapkan Bupati Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Selain Nenang dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Sementara itu, Billy Sindoro dan Neneng Rahmi‎ saat ini masih dicari oleh tim KPK. KPK mengimbau agar keduanya menyerahkan diri untuk menjalani proses pemeriksaan pasca-ditetapkan sebagai tersangka.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini